Teroris Jangan Jadi Jaka Sembung Naik Becak Donk

Nasional347 Dilihat

Beritaasatu – Pemerhati Kontra-Terorisme Harits Abu Ulya mengingatkan agar aparat keamanan dalam melakukan pola-pola penanganan dan penindakan untuk lebih soft terhadap para pelaku teroris.

Teroris SarinahHarits berpesan agar dalam penindakan itu lebih memanusiakan mereka untuk mengurangi rasa kebencian.

“Saya sarankan agar Densus 88 dalam melakukan penindakan lebih memanusiakan mereka (teroris). Ini untuk mengurangi rasa kebencian. Bikin agak soft,” ungkap Harits saat diskusi bertajuk “Dibalik Teror Jakarta”, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Disebutkan Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) itu, mereka sebagian besar kerap mengalami kasus kekerasan secara fisik. Sementara itu, kata dia, mereka yang pulang dari Turki itu menjadi geram lantaran passpornya dicabut.

“Perlakuan itu membuat mereka marah juga saat dipulangkan menjadi tidak nyaman,” ucapnya.

Dikatakan dia, pemerintah perlu melakukan upaya pendekatan untuk meminimalisir kebencian. Maka itu, kata dia, pemerintah harus betul-betul mengevaluasi dengan profesional agar tidak ada kekerasan sehingga muncul aksi balas dendam terus menerus tanpa ada ujungnya.

“Sangat naif sekali jika mereka harus menembaki polisi dijalanan tanpa mengacu tujuan utamanya dirikan negara islam. Ini tidak nyambung. Jadinya, Jaka sembung naik becak, tidak nyambung cak,” tukasnya.

Komentar