Doa Untuk Korban Air Asia di Tengah Harlah PPP ke-42

oleh -23.049 views

IMG_7784Jakarta, beritaasatu.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibawah pimpinan Djan Faridz menyampaikan rasa kesedihan  dan duka yang mendalam  atas jatuhnya pesawat Air Asia, meski mengelar hari ualang tahun (Harlah) ke-42. Ketua Umum Harian DPP PPP Ibnu Hajar mengatakan bahwa PPP di bawah kepemimpinan Djan Faridz turut berbelah sungkawa atas kejadian yang menimpa Air Asia dan para korban meninggal. “Maskapai penerbangan tidak hanya Air Asia yang harus memperhatikan kelayakan armadanya (pesawat-red) apakah itu layak atau tidak,” ucap Ibnu saat dihubungi wartawan, Senin (12/1/15).

Ibnu juga menjelaskan, meski ppp sedang merayakan harlah, parta berlambang ka’baah itu juga merasakan duka yang mendalam atas kejadian jatuhnya pesawat air asia tersebut.

“Kita sedih dan tidak bisa senang senang diacara harlah ini, semua kembali kepada takdir tuhan, kan semua sudah ditakdirkan,” tuturnya.

Lanjut Ibnu, PPP juga mempunyai kelemahan dan kelebihan untuk menangani permasalahan baik diluar dan didalam partai.

“Kita punya kelemahan dan punya kelebihan. Kelemahan kita adalah tidak bisa berbuat banyak untuk air asia dikarenakan batasan batasan dari pihak lain, yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa sambil berharap agar jenazah korban air asia diketemukan semua, tidak memandang agama dan lain lain, itu kelebihan kita,” tandasnya.

Terkait dengan adanya isu bahwa pihak asuransi tidak mau membayarkan hak para penumpang yang menjadi korban di air asia dengan nomor lambung QZ 8501. Ibnu menghimbau agar pihak asuransi memberikan hak berupa pembayaran asuransi tersebut kepada keluarga korban.

“Itu haknya, kenapa tidak diberikan. Kalau tidak diberikan haram hukumnya secara islam. Penumpang kan sudah membayar tiket pesawat dan didalam tiket tersebut sudah termasuk asuransi, masa penumpang sudah memberikan kewajiban tidak menerima haknya,” tukasnya.

Perlu diketahui, masih dalam rangka HARLAH ke-42, PPP mengadakan acara yang berjudul “PPP Mendengar” dengan tema kondisi penerbangan di Indonesia. (Cdr)

Comment