
beritaasatu.com – Pada tanggal 3 Januari 2016 Metro TV menayangkan pemberitaan tentang Jaringan Teroris di Indonesia Sebelum Pengaruh ISIS Tahun 2013 dengan menabelkan Wahdah Islamiyah, organisasi yang di pimpin oleh Dr.Zaitun Rasmin dianggap sebagai organisasi jaringan teroris. Dalam pemberitaan yang ditayangkan oleh Metro TV juga menyebutkan sejumlah organisasi jaringan terosis seperti Kompak (Aris Munandar/Abdullah Sonata), Tauhid wal Jihad (Oman Abdurahman), Mujahidin Jakarta dan Batalyon Abu Bakar (Abu Omar), serta Laskar Jundullah (Abdul Hamid) dan Wahdah Islamiyah (Dr Zaitun Rasmin). Atas pemberitaan yang disiarkan oleh Metro TV maka menimbulkkan reaksi dari pimpinan Wadah Islamiyah Dr. Zaitun Rasmin untuk memberikan klarifikasinya.
“Saya menyayangkan isi pemberitaan yang dilakukan Metro TV yang menyebut Wahdah Islamiyah merupakan jaringan teroris,” ucap Dr. Zaitun saat Konferensi pers klarifikasi Pemberitaan MetroTV tanggal 3 Januari 2016 atas Tuduhan Teroris Terhadap Ustad Zaitun Rasmin di Pulau Dua kawasan Senayan Jakarta (11/1/2016).
Menurutnya, masalah pemberitaan teroris adalah hal yang biasa saja dimuat tapi kemarin kami terkejut dan kecewa, kenapa tiba-tiba MetroTV memuat berita itu tanpa ada izin atau pembicaraan terlebih dulu sebelum menayangkan berita tersebut.
Dr. Zaitun juga menyampaikan bahwa dirinya sudah menjelaskan kepada Badan Penanggulangan Teroris (BNPT) perihal keberadaan wahdah islamiyah. Bahwa organisasi Wahdah Islamiyah yang dipimpinnya senantiasa mengedepakan pola dakwah yang santun dan elegan.
“Organisasi Wahdah Islamiyah sudah sangat dikenal oleh masyarakat, organisasi yang tidak saja fokus kepada dakwah islam tetapi juga aktif sebagai organisasi sosial dan pendidikan,” terangnya.
Dr. Zaitun menilai bahwa pemberitaan Metro TV merupakan salah satu penghalang bagi kebaikan umat dan bangsa yang telah mendapat manfaat keberadaan Wahdah Islamiyah. Wahdah Islamiyah selalu mengedepankan sikap santun jauh dari kekerasan apalagi tindakan teror. Bahkan Wahdah Islamiyah aktif melakukan pencegahan aksi terorisme.
“Kepada seluruh pengurus dan kader Wahdah Islamiyah diharapkan tetap tenang dan konsisten menjalankan seluruh program kerja,” himbaunya.
Dr. Zaitun juga meminta kepada pihak Metro TV untuk meralat pemberitaan tersebut dan menyediakan kesempatan bagi Wahdah Islamiyah untuk meluruskan informasi yang tidak benar ini dalam siaran live Metro TV dan juga permintaan maaf dari pihak Metro TV.







Komentar