Aktivis 98 Nilai Travel Warning ISIS yang Dikeluarkan Amerika Proganda Murahan

oleh -20.969 views

Willy PrakarsaJakarta, beritaasatu.com – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) menilai statemen yang dikeluarkan Kedubes Amerika Serikat (AS), Sabtu pekan lalu(3/1), soal Peringatan kedatangan atau travel warning ancaman bahaya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia dibalik insiden pesawat nahas Air Asia merupakan propaganda murahan di zaman modernis.

Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa mengaku aneh tiba-tiba AS mengeluarkan statemen travel warning atau peringatan agar warga AS di Surabaya, Jatim, untuk lebih berhati-hati terkait dengan potensi ancaman bahaya ISIS di Surabaya.

“Statemen AS aneh. Bersamaan insiden Air Asia, travel warning itu muncul. Pantas saja Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno melakukan propaganda keras terhadap Amerika,” kata Willy, di Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Lebih lanjut, Willy pun menirukan gaya Soekarno dengan menyampaikan bahasa perlawanannya. “Inggris kita linggis! Amerika kita setrika!”, atau “Go to hell with your aid” yang ditujukan kepada
Amerika. “Malaysia kita ganyang. Hajar cecunguk Malayan itu”.

Padahal sebelumnya, Kapolri, Jenderal Sutarman, menjamin Indonesia saat ini, khususnya Surabaya, dalam kondisi aman terkendali. “Saya pastikan Indonesia aman, tidak ada ancaman apa pun di Surabaya maupun di Jawa Timur,” katanya di sela-sela mengunjungi keluarga korban pesawat AirAsia di Rumah Sakit Bhayangkara, Mapolda Jatim, Senin (5/1).

Dikatakan Willy, ISIS masuk wilayah Jatim adalah cerita lucu. Sebab, kata dia, Jatim adalah sebutan Kotanya para Wali-Wali Allah dan juga dikenal sebagai Provinsi santri. Dengan seabrek-abrek Pondok Pesantren bertebaran, mayoritas bermahzabkan Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

“ISIS masuk Jatim ilustrasinya seperti maling lari ke jalan gang buntu lalu kepergok massa, dan ditangkap serta di arak menuju kantor polisi,” ujar Willy.

Lebih jauh, Willy menuturkan statement travel warning itu dinilai ngawur. Ia pun mengancam bahwa negara Indonesia bisa mengusir provokator seperti itu ditengah bangsa sedang berduka.

“ISIS di Surabaya dijamin 100% tidak ada, namun saya jamin 100% ada di Surabaya itu usus ayam,” tutup Willy sambil tertawa.

Comment