Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Mimah Susanti menghimbau semua pihak agar menahan diri untuk tidak ada mobilisasi massa mengarahkan memilih calon tertentu atau menolak calon tertentu.
Atau menyarankan agar tidak menggunakan hak pilihnya saat proses Pilkada DKI 15 Februari 2017 nanti. Dia pun berharap, agar aparat Polda Metro Jaya bekerja secara maksimal dalam mengamankan pesta rakyat ini agar pemilih yang puas karena merasa nyaman.
“Kita berharap pihak keamanan nantinya saat pencoblosan bisa mengamankan TPS sehingga pemilih merasa nyaman,” ungkap Mimah hari ini.
Lebih lanjut, Mimah menegaskan agar saat pemungutan suara masyarakat bisa ikhlas berjalan ke TPS dan diberi kenyamanan untuk menentukan hak pilihnya.
“Biarkan masyarakat DKI dengan ikhlas datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. Nantinya juga agar tidak boleh ada praktek politik uang,” tuturnya.
Mimah juga mengingatkan tidak ada agenda kampanye oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernut DKI Jakarta 2017 diluar jadwal sesuai yang sudah dijadwalkan KPU (masa tenang).
“Tanggal 12 sampai 14 Februari 2017 adalah masa tenang dan bukan sebagai kegiatan kampanye. Maka tidak boleh ada satu kegiatan kampanye. Jika terbukti dapat dikenakan sanksi pidana sesuai pasal 187 ayat 1,” pungkasnya.







Komentar