Jakarta – Lagi-lagi rakyat Indonesia dipertontonkan adanya kemunduran demokrasi di Indonesia. Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jami Kuna menyebut kemunduran demokrasi di Indonesia dibarengi dengan represifitas yang dilakukan aparat Kepolisian dan TNI dengan cara pemukulan dan penembakan.
“Pada perisitiwa tanggal 28 Maret 2016, kita dihadapkan kembali dengan tindakan represif Polisi dan TNI kepada massa aksi yang dilakukan oleh Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara dalam rangka memperingati hari ketiadaan tanah Internasional,” ungkap Jami dalam rilis yang dikirim ke redaksi, Kamis (31/3/2016).
Dikatakan Jami, kegiatan represifitas yang dilakukan aparat kepada pihaknya di Sulawesi Selatan membuktikan bahwa negara saat ini memandang perjuangan rakyat sebagai musuh negara yang harus ditembaki serta perjuangan rakyat sebagai bentuk ancaman bagi negara.
“Melihat situasi seperti ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh aparat mencerminkan soal ketidakberpihakannya pemerintah kepada rakyat luas, melainkan hanya kepada golongan golongan tertentu yang dirugikan dengan adanya kehadiran rakyat dalam menuntut hak-haknya sebagai warganegara,” jelasnya.
Sudah saatnya, kata Jami, pemimpin negara harus mengoreksi kinerja-kinerja yang bertentangan dengan kegiatan yang merugikan rakyat Indonesia, bilamana kejadian ini terus terjadi maka kekuatan rakyat akan memainkan caranya sendiri.
“Maka itu, kami mengutuk keras terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI serta mendukung penuh perjuangan rakyat dalam menentukan nasibnya untuk merebut haknya sebagai warga negara,” tandasnya.







Komentar