GMKI Kutuk Aksi Terorisme di Gereja Samarinda

Kriminal301 Dilihat

Jakarta – Pengurus Pusat  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menilai aksi terorisme yang terjadi di Gereja Oikoumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur merupakan provokasi yang tidak boleh dianggap sepele oleh setiap elemen bangsa. Pasalnya, aksi terorisme ini, patut diduga kuat sengaja menyasar anak-anak yang sedang bermain di luar gedung ketika orang tua mereka sedang melakukan peribadatan.

“Empat balita menjadi korban dalam aksi terorisme provokatif kali ini. Kebanyakan dari jemaat yang melakukan peribadatan adalah orang tua yang memang sengaja membawa anak-anak mereka juga untuk beribadah,” ungkap Ketum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat, Senin (14/11/2016).

Disebutkan dia, upaya deradikalisme yang digaungkan pemerintah untuk mereduksi aksi terorisme seharusnya berbuah baik. Namun dengan adanya insiden Samarinda, membuka mata semua pihak, bahwa kelompok teroris yang menginginkan Negara yang berideologi Pancasila ini runtuh, masih subur dan bebas bergerak. Pihaknya pun menyayangkan dan mengecam tindakan pelemparan bom yang dilakukan oleh residivis Johanda Alias Jo Bin Muhammad Aceng Kurnia di Gereja Oikoumene Kota Samarinda.

“Kami mengutuk keras siapapun dalangi aksi terorisme yang menyasar anak-anak sebagai korban, terlepas apa pun yang mendasari tindakan tersebut,” ucap Sahat.

gereja-samarindaLebih lanjut, Sahat menyatakan aksi pelemparan bom tersebut menjadi tanggung jawab dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasona Laoly karena Kementerian tersebut memiliki kewajiban melakukan pengawasan kepada setiap napi dan residivis teroris karena dimungkinkan untuk mengulangi tindakan kejahatan serupa yang dapat menganggu kepentingan nasional.

“Kepala Badan Nasional Penanggulan Terorisme, Komjen Pol Suhardi Alius juga harus bertanggung jawab penuh karena telah membiarkan anak-anak yang tak berdosa telah menjadi korban terorisme di Samarinda,” beber dia.

Selain itu, lanjut Sahat, pihaknya meminta dengan rendah hati setiap tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bahu membahu dalam menjaga ke Bhinekaan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan menunjukkan bahwa ideologi Pancasila tidak akan kalah dengan sekelompok orang yang ingin mengubah Pancasila. Dia menginstruksikan kepada seluruh Badan Pengurus Cabang, Kader dan Anggota yang tersebar di seluruh tanah air untuk melakukan konsolidasi dengan setiap organisasi yang berbasis kepemudaan dan mahasiswa agar dapat menjaga keutuhan Bangsa.

“GMKI meminta agar seluruh elemen masyarakat Indonesia tidak terprovokasi atas peristiwa terorisme yang memprovokasi dengan cara menyerang rumah ibadah dan menyasar anak-anak,” tandasnya.‎

Komentar