Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mendukung langkah tegas Kepolisian untuk perang melawan jaringan narkoba saat ini di Indonesia. Apalagi beredar kabar, bandar dan gembong narkoba masuk kelompok berjaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan mendanai aksi teror.
“Negara khususnya Polisi jangan mau kalah perang melawan narkoba. Sebab narkoba sama bahayanya dengan terorisme, apalagi ini ada kabar gembong narkoba nya malah danai aksi teroris,” tegas Ketua Dewan Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Rabu (20/1/2016).
Lebih lanjut, Aktivis 98 menyerukan kepada penegak hukum yang bertugas agar tidak ragu mengambil langkah memakai senjata api untuk digunakan dan diarahkan pada bandar narkoba. Sebab, kata dia, para bandar narkoba saat ini kian ganas dan berani melawan petugas yang tidak menginginkan bisnis haram itu terganggu.
“Demi penegakan hukum, polisi harus tegas. Anggota polisi juga tidak usah ragu-ragu gunakan senjata api. Bila perlu tembak mati ditempat jika mereka lakukan perlawanan. Dalam keadaan terancam, Anggota Polisi diperbolehkan untuk melumpuhkan dengan senjata api. Jadi jangan takut ham,” ungkap dia.
Willy juga mengapresiasi langkah Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Rudy Heryanto Adi Nugroho yang telah melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) narkotika dan launching mobile toilet Satuan Reserse Narkoba untuk mendukung operasi narkoba di tempat-tempat hiburan, sekolah-sekolah dan kantor-kantor.
“Pemusnahan BB 18 kg Narkotika jenis sabu dan 141.400 butir ekstacy dilakukan oleh Kapolres yang disaksikan oleh Kejaksaan Negeri Jakbar, Puslabfor Mabes Polri, media dan tokoh masyarakat patut didukung semua pihak. Dan ini adalah pernyataan perang terhadap narkoba dan kejadian penembakan terhadap anggota itu tidak menyurutkan tekadnya untuk memberantas narkoba,” pungkasnya.



Komentar