Wahdah Islamiyah bukan Lembaga Teroris

Kriminal259 Dilihat

Beritaasatu – Organisasi Islam Wahdah Islamiyah (WI) tidak terima dengan pemberitaan Metro TV yang menuding Ketua Umum organisasi tersebut Dr H. Muhammad Zaitun Rasmin Lc. MA terlibat dalam jaringan terorisme di Indonesia pada program acara News Story Insight (NSI), 3 Januari 2016 lalu.

“Berita tersebut menjadi tuduhan yang tidak benar sehingga bisa menjadi fitnah dan pencemaran nama baik bagi Wardah Islamiyah dan pribadi ketua umum,” demikian disampaikan Wakil Sekretaris Wardah Islamiyah Ustadz Ihwan Jalil, saat konferensi pers di Restoran Pulau Dua Senayan Jakarta, Senin (11/1/2016).

Wahdah IslamiyahSejumlah ulama dan tokoh nasional turut hadir pada konferensi pers tersebut di antaranya Ustad Bakhtiar Nasir, Ustad Yusuf Mansur, Ustad Syafi’i Antonio, Ustad Das’ad Latif, Ustad Hidayat Nur Wahid, Senator DPD Sulsel Iqbal Parewangi, anggota DPR RI Tamsil Linrung, Ketua Umum WI Pusat Zaitun Rasmin, H. Fadhlan, Eggie Sudjana (pengacara), Adyaksa Dault, dan lain-lain.

Lebih lanjut, Ihwan menyebutkan WI adalah organisasi resmi yang dikenal luas oleh masyarakat serta senantiasa bersinergi dengan pemerintah. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan dan sosial. Juga tersebar di 128 daerah di seluruh tanah air. Kata dia, pengurus nya baik pusat maupun daerah telah aktif dalam forum antar ormas dan banyak pula menjadi pengurus MUI baik di pusat maupun di daerah.

“Wahdah Islamiyah dalam menjalankan programnya senantiasa mengedepankan sifat santun dan dengan cara bilhikmah, serta jauh dari kekerasan apalagi tindakan teror. Bahkan Wahdah Islamiyah berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan masalah teroris,” tuturnya.

Ihwan mengatakan pihaknya bersama para ulama dan tokoh nasional akan menuntut Metro TV meralat pemberitaan tersebut dalam waktu 2x 24 jam setelah penyataannya diterima MetroTV.

“Ralat yang dimaksud adalah dengan jalan memberi kesempatan kepada Wahdah Islamiyah untuk meluruskan info yang tidak benar ini,” ucapnya.

Sementara itu, Polisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memastikan organisasi tersebut sama sekali tidak terkait dengan terorisme. Ia mengaku dirinya mengenal dekat dengan sosok Zaitun Rasmin, sehingga tidak tepat kalau mengaitkan WI dan Zaitun Rasmin dengan terorisme di Indonesia.

“Hadirnya beberapa tokoh Islam pada konferensi pers ini membuktikan bahwa WI dan Zaitun Rasmin bukanlah teroris. Di mana kegiatan WI sendiri selama ini normal saja bersama umat Islam di Indonesia. Karena itu media sebagai pilar demokrasi keempat harus berhati-hati dalam memberitakan agar mendapat kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Hidayat mengungkapkan dalam alam demokrasi saat ini media harus menghadirkan kejujuran dalam berita. Sebab, kalau tidak, maka akan menyebarkan fitnah dan akan ditinggalkan rakyat.

“Sehingga kalau demokrasi demikian, maka bisa menyuburkan terorisme dan itu kita tolak. Termasuk teror dari media,” ujarnya.

Maka itu, dalam memerangi terorisme tersebut Hidayat menyarankan semua pihak termasuk ormas Islam terus meningkatkan kerjasama pemberantasan terorisme dengan BNPT, Polri, TNI, dan masyarakat. Hanya saja dia menyayangkan kenapa aparat tidak menyebut teroris dalam kasus penyerbuan kantor polisi oleh separatis di Papua.

“Padahal, separatis itu jelas bertentangan dengan UUD NRI 1945, dan mengancam NKRI,” pungkasnya.

Komentar