Beritaasatu – Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus penembakan terhadap aparat keamanan di Papua, baik terhadap Polri dan TNI bukan hal yang baru.
“Kasus ini terus terjadi tanpa bisa diatasi. Korban tewas dan luka berjatuhan dari waktu ke waktu,” demikian disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Kamis (31/12/2015).

Disebutkan dia, pada tahun 2015 ini ada empat kasus penembakan yang dilakukan orang tak dikenal di Papua. Tiga peristiwa dialami polisi dan satu TNI. Kasus penembakan Polsek Sinak menunjukkan betapa rawannya Papua terhadap keselamatan anggota aparat keamanan. Sehingga aparat tidak boleh lengah saat bertugas di Papua.
“Lalu apa motif penembakan aparat keamanan di Papua?,” tanya Neta.
Lebih lanjut, Neta mengatakan pihaknya menduga OTK atau kelompok bersenjata di Papua ingin menunjukkan eksistensinya bahwa mereka ada dan tidak bisa diatasi pemerintah RI. Tujuan mereka ingin mendapat perhatian internasional. Ironisnya, kata dia, meski kasus-kasus penembakan terus terjadi Polri tak kunjung mampu mengungkap pelakunya.
“Medan yang sulit, peralatan terbatas dan personil yang tidak memadai membuat polri kesulitan mengungkap kasus-kasus penembakan, terutama yang dialami personilnya,” ujarnya.
Menurutnya, bagaimana pun pemerintah harus menyudahi kasus-kasus penembakan di Papua. Salah satunya dengan cara, lokasi-lokasi rawan di Papua, seperti Kabupaten puncak harus segera dijadikan pusat latihan TNI. Dengan adanya TNI latihan di kawasan itu otomatis para OTK bersenjata akan berpikir dua kali untuk beraksi karena mereka akan berhadapan dengan TNI.
“Akibatnya para OTK akan turun gunung. Begitu mereka turun saat itulah Polri bertindak menangkap mereka dan memprosesnya secara hukum,” bebernya.
Lebih jauh, Neta menegaskan berbagai upaya harus dilakukan untuk menghentikan teror penembakan di Papua. Soal aktor intelektual, disetiap peristiwa pasti ada otak pelakunya. Kata dia, ada aktor inteletktualnya, tak terkecuali dalam kasus penembakan polsek di papua.
“Siapa orangnya diperkirakan tidak jauh dari kasus-kasus penembakan sebelumnya. Kalau soal pelaku memakai baju freeport kebenaran ini patut dicari tahu sebab bisa saja ada pihak yang hendak mengadu domba disaat isu panas menerjang perusahaan amerika itu,” pungkasnya.



Komentar