Belajar dari Pengalaman, Polri Siap Amankan Pilkada Serentak

Politik207 Dilihat
Brigjen Agus Rianto
Brigjen Agus Rianto

Beritaasatu – Polri menyatakan kesiapannya dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak yang rencana akan digelar pada gelombang pertama 9 Desember 2015.

“Polri sudah melakukan kesiapannya dari tahap awal, pelaksanaan, hingga tahap akhir. Dan kita sudah belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto.

Hal itu mengemuka saat diskusi bertema “Mewujudkan Pilkada yang Demokratis dan Berkualitas 2015” yang diinisiasi oleh Pusat Analisa dan Kajian Publik (Pustaka Insitute).

Diketahui, akan ada 3 gelombang mengenai pelaksanaan Pemilukada serentak. Gelombang pertama akan berlangsung pada 9 Desember 2015 meliputi 269 daerah. Pilkada tersebut diselenggarakan memilih Kepala Daerah yang habis masa jabatannya pada tahun 2015 dan Kepala Daerah yang habis masa jabatannya pada rentang Januari sampai Juli 2016. Selanjutnya, gelombang kedua dilaksanakan pada Februari tahun 2017 untuk Kepala Daerah yang habis masa jabatannya pada Juli hingga Desember 2016 dan Kepala Daerah yang habis masa jabatannya pada tahun 2017. Gelombang ketiga digelar pada tahun 2018 untuk Kepala Daerah yang habis masa jabatannya pada tahun 2018.

Lebih lanjut, Agus mengaku pihaknya telah menyiapkan 135 ribu personil untuk mengamankan 269 daerah pada gelombang pertama Pemilukada serentak. Selain itu, lanjut Agus, Polri juga menginvetarisir potensi-potensi kerawanan yang ada. Oleh karena itu ia berani memastikan bahwa semua hal yang diperlukan dalam pengamanan pilkada telah siap.

“Polri sudah siapkan 135 ribu personil dari 269 daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Dan kita juga sudah memetakan potensi konflik yang dikategorikan rawan 1, 2, 3. Polri bekerja dengan segala komponen bangsa untuk menciptakan kondisi yang stabil dan kondusif,” bebernya.

Lebih jauh, Agus mengingatkan agar masyarakat baik para calon pemimpin daerah dan tim sukses untuk bisa berpikir dewasa dalam berdemokrasi agar menghindarkan tindakan-tindakan anarkis.

“Partai boleh beda, tapi kalau sudah ada calon yang naik kita dukung sama-sama. Jangan langsung mengambil sikap antipati dan mengajak orang tidak jelas melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,” tukasnya.

Komentar