Badrodin Miliki Track Record Luar Biasa, KMP-KIH Ajak Masyarakat Beri Dukungan sebagai Kapolri

Nasional219 Dilihat

badrotin haitiJakarta, beritaasatu.com – Puluhan massa tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pecinta-Kedamaian Indonesia Hakiki (KMP-KIH), mengajak masyarakat Indonesia untuk memberi dukungan pencalonan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai kepala Polri.

Menurut Koordinator KMP-KIH Fadly Zein, Badrodin, tidaklah pantas dan tak wajar jika pucuk pimpinan institusi penegak hukum dibiarkan kosong, karena penegakan hukum harus berjalan. Tanpa pimpinan, Polri akan seperti anak ayam tanpa induknya. Fadly pun melihat hanya sosok Badrodin Haiti lah yang memiliki kapasitas dan kredibilitas menyelesaikan permasalahan penegakan hukum antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Badrodin memiliki rekam jejak bagus dan secara umum telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk menduduki kursi Tri Brata 1. Track record-nya luar biasa, berhasil dengan baik, kaya pengalaman, matang sudah,” kata Fadly saat berorasi didepan Gedung KPK dan DPR RI, Jumat (27/3).

Lebih lanjut, Fadly menilai, mantan kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri tersebut memenuhi segala aspek persyaratan yang harus dimiliki seorang kepala Polri. Ia pun meminta kepada anggota DPR khususnya Komisi III untuk membantu kelancaran proses pencalonan Badrodin.

“KMP-KIH meminta Komisi III untuk menyukseskannya. Walaupun memperbaiki surat menyurat, teknislah itu. Itu soal teknis dan jangan bikin ribet. Secara prinsip Badrodin, saya menilai calon yang memenuhi segala aspek persyaratan,” ujarnya.

Lebih jauh, Fadly mengaku sikap DPR tersebut menunjukan lebih mengedepankan kepentingan politik kelompok dari pada kepentingan rakyat, yang sangat mungkin hal tersebut juga terjadi karena akumulasi dari kekecewaan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) atas keputusan pemerintahan Jokowi yang menetapkan kepengurusan Partai Golkar kepemimpinan Agung Laksono yang sah.
 
“Sosok Badrodin mampu membuat kondusif isu perseteruan antara KPK dan Polri,” jelasnya.

Fadly menambahkan kedua lembaga penegak hukum itu baik KPK maupun Polri untuk sama-sama intropeksi diri. Sebab, kata Fadly, tidak satupun lembaga superbody di negara ini. 

“Stop konflik dan politisasi KPK vs Polri. Mulai babak baru untuk perbaikan bersama rakyat Indonesia,” tukasnya.

Komentar