Tito Jadi Kepala BNPT, Pemberantasan Terorisme Harus Berjalan Profesional

Kriminal270 Dilihat

Beritaasatu – Indonesian Police Watch (IPW) mendukung langkah Polri mengangkat Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian sebagai Kepala Badan Nasional Penanggunglangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Saud Usman yang akan memasuki masa pensiun.

Tito rencananya akan dilantik menjadi Kepala BNPT pada Rabu 16 Maret 2016 pukul 10.00 di Istana Merdeka Jakarta.

Tito Karnivian“Dengan dilantiknya Tito menjadi Kepala BNPT diharapkan pemberantasan terorisme di Indonesia berjalan profesional dan proporsional,” ungkap Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Senin (14/3/2016).

Menurut dia, selama ini kinerja Densus 88 yang sudah maksimal memberantas aksi terorisme kerap dikeluhkan masyarakat. Sebab, kata dia, di lapangan Densus 88 kerap menjadi algojo yang mengeksekusi mati para tersangka teroris.

“Akibatnya mata rantai jaringan terorisme menjadi terputus dan Densus 88 menjadi abai terhadap tugas utama Polri yang harus melumpuhkan tersangka,” tuturnya.

Dikatakan Neta, Tito bukanlah orang baru dalam hal pemberantasan terorisme, namun tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan bersikap tegas dalam menindak serta membersihkan kantong-kantong radikalisme yang berpotensi menjadi kelompok-kelompok terorisme di Indonesia. Sehingga gerakan aksi-aksi teror tidak terjadi lagi di tanah air.

“Sebab para teroris yang berafiliasi ke ISIS sepertinya ingin menjadikan Indonesia sebagai arena pencitraannya,” ucapnya.

Tak heran, kata Neta, jika kemudian 6 perwira tinggi Polri saat ini diancam akan mendapat serangan teror. Ancaman itu disampaikan ISIS tahin lalu dari Suriah.

“Bagaimana pun ancaman ini patut diwaspadai dan diharapkan Tito mampu menjadi ujung tombak,” pungkasnya.

Komentar