LBH Jakarta Desak Pomal Usut Tuntas Oknum TNI AL Penganiaya Anak

Kriminal276 Dilihat

Beritaasatu – Belakangan ini terus bergulir jumlah korban anak yang mengalami kekerasan dan diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI. Di saat kasus T yang diduga mengalami geger otak, juga M yang mengalami luka fisik dan trauma akibat penyiksaan diduga oleh oknum anggota TNI AL belum lekang dari perhatian semua.

Kali ini kekerasan terhadap anak oleh oknum anggota TNI kembali terjadi yakni pada dua anak berumur 14 tahun yang saat itu dituduh maling, padahal hanya melewati rumah tersebut. Mereka dipukuli, bahkan ada yang dicambuki dengan rantai baja oleh oleh oknum TNI berinisal H yang berpangkat Kopral di Angkatan Laut. H diketahui berdinas di Cilandak, Jakarta Selatan.

Kekerasan anak oleh TNIPengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Bunga Siagian pun mendesak agar jajaran TNI AL, POMAL dapat mengawal kasus ini sampai tuntas.

“LBH meminta pelaku segera diadili untuk mengawal proses penegakan hukum pada pelaku. Pemerintah menjamin perlindungan bagi korban,” ungkap Bunga saat konferensi pers di Kantornya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Lebih lanjut, Bunga mengungkapkan, kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi, kekerasan dan kultur main hakim sendiri masih nampak dalam berbagai kasus yang melibatkan oknum anggota TNI.

“TNI mestinya bertugas melindungi segenap bangsa dan rakyat Indonesia bukan sebaliknya,” tegas Bunga.

Sementara itu, Pengacara LBH Jakarta Arif Maulana yang juga ikut mendampingi korban menjelaskan, peristiwa tersebut merupakan kegagalan bagi perlindungan anak di Indonesia.

“Pembentukan lembaga-lembaga yang berfokus pada perlindungan anak masih belum optimal dan tegas dalam menghadapi mencari penyelesaian komprehensif terkait permasalah semacam ini,” kata Arif.

Diketahui, berdasarkan kronologi tanggal 13 Desember 2015, H dan S sedang berkunjung kerumah temannya R yang berada di kawasan Bojong Gede, saat itu mereka berboncengan tiga orang dengan satu motor.

Dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang rusak, H saat itu sedang menggenggam minuman gelas plastik (teh gelas), secara tiba-tiba motor tersantung batu jalan, tumpahan air dalam gelas itupun menyiram tembok rumah Oknum H yang diduga senagai anggota TNI.

Seketika, Oknum H (Heri) keluar dan meneriaki kedua korban dengan teriakan maling. wargapun akhirnya ikut mengejar. Kemudian dibawa lah H ke lahan kosong dekat rumah oknum H tanpa pikir panjang korbang langsung dianiaya secara membai buta.

“Korban di aniaya menggunakan kalung besi putih yang saat itu dipakai korban, dicopot kemudian dicambukkan ke badannya,” cerita Bunga dihadapan awak media.

Sebelum dibawa ke lahan kosong korban sempat disiksa di sekitar lampu merah Cibinong.

“Ditengah jalan dilampu merah depan pemda Cibinong, Pelaku berpapasan dengan korban tanpa memberi kesempatan bicara langsung menghakimi,” tukasnya.

Komentar