Instabilitas Politik Jadi Akar Masalah Bertumbuhnya Terorisme

Kriminal250 Dilihat

Beritaasatu – Cendikiawan muslim Azyumardi Azra menduga akar persoalan bertumbuhnya terorisme yang kini menjadi masalah serius di Indonesia juga di Eropa maupun Timur Tengah adalah ketidakstabilan (instabilitas) politik.

“Selama akar-akarnya masih ada, bisa bayangkan dan menduga kegiatan teroris pun masih ada. Jadi kita memang perlu memelihara stabilitas politik, ini penting sekali,” ungkap Azyumardi Azra, Selasa (19/1/2016).

Korban BOM Bunuh DiriMenurut mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, penguatan stabilitas nasional itu adalah penting sehingga prinsip-prinsip dasar Indonesia seperti Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika bisa diperkuat.

“Hal-hal yang rentan dengan iming-iming sebagai sumber kegelisahan itu bisa terkurangi,” ujarnya.

Disebutkan dia, sebuah teori sosiologi politik, tatkala negara lemah tidak mampu memelihara stabilitas politik dan keamanan, maka saat itu pula aktor dan kelompok itu makin menguat.

“ISIS atau teroris itu lahir dari instabilitas politik, sosial, dan agama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Azyumardi mengungkapkan gejala radikalisme disebabkan oleh memburuknya posisi negara-negara Muslim dalam konflik utara selatan menjadi penopang utama munculnya radikalisme. Permasalahan ketimpangan ekonomi global yang menyebabkan umat islam sering kali tidak diuntungkan dalam peradaban global. Dalam paradigma hubungan internasional, radikalisme agama bisa diinterpretasikan sebagai upaya kontestasi politik global antara timur dan barat.

“Islamisme dan radikalisme islam muncul sebagai upaya menyelamatkan kepentingan politik umat islam,” tukasnya.

Komentar