IPW Prihatin Aksi Penyerangan 10 Anggota Polri di Sulawesi saat HUT Bhayangkara ke-69

oleh -8.543 views

Neta S PaneBeritaasatu – Indonesia Police Watch (IPW) prihatin dengan terjadinya tiga aksi penyerangan kepada 10 anggota Polri di tiga tempat di Sulawesi yang mengakibatkan satu polisi tewas dan dua luka parah.

“Apalagi aksi penyerangan itu dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Bhayangkara,” demikian disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S Pane, di Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Diketahui, aksi penyerangan pertama terjadi pada 1 Juli 2015 tengah malam. Empat kamar kos anggota Polda Gorontalo dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Beruntung keempat anggota polisi itu selamat dari serangan tapi kamar kosnya hangus terbakar. Penyerangan kedua terjadi di rumah pribadi Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, di Kecamatan Sipatana,
Kota Gorontalo. Rumah itu dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu dinihari pukul 02.30 WITA. Akibatnya, kaca jendela bagian depan pecah dan api membakar gorden rumah namun berhasil dipadamkan.

Penyerangan ketiga dialami lima anggota Shabara Polres Gowa, Sulselbar, yang diserang sekelompok orang tak dikenal saat bertugas di pos penjagaan. Dalam serangan itu Briptu Irfanudin tewas dan dua rekannya luka parah di RS Bhayangkara Makassar. Diduga penyerangan ini terkait dengan aksi balapan liar. 

IPW prihatin dengan berbagai aksi penyerangan ini dan hal itu menunjukkan bahwa kelompok kelompok yang agresif pada Polri masih bercokol kuat di masyarakat, terutama di kawasan Sulawesi, mengingat ketiga penyerangan itu terjadi di Sulawesi.

“Melihat aksi penyerangan ini sudah saatnya jajaran kepolisian meningkatkan kepedulian, kepekaan, deteksi dini serta antisipasi agar tidak terus menerus menjadi bulan-bulanan kelompok radikal,” bebernya.

Neta pun meminta agar Mabes Polri perlu membuat peta daerah rawan bagi anggotanya, sehingga polsek, polres dan polda di daerah rawan bisa benar-benar melindungi dirinya secara terlatih dan profesional. Sebab bagaimana publik bisa percaya dan merasa aman, sementara mereka melihat anggota Polri sendiri tidak mampu mengamankan dirinya sendiri dari serangan para kriminal. 

“Dalam HUT Bhayangkara 2015 ini, Polri hendaknya benar-benar mampu meningkatkan keselamatan anggotanya dulu, sebelum mereka berslogan menjaga keamanan masyarakat,” tukasnya. 

Comment