Beritaasatu – Mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini mengaku pernah bertemu dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad di Makassar pada 5 Mei 2013 lalu.
Pertemuan itu, menurut Rudi, untuk membahas beberapa hal diantaranya pembenahan pengadaan ditubuh lembaganya. Salah satunya kasus yang diminta Pak Sutan untuk dikawal (PT Timas Suplindo),
“Tanggal 5 Mei bertemu Abraham Samad, saya ngobrol informal dan mengatakan ingin bertemu di kantor untuk menyampaikan beberapa hal, supaya saya bisa melangkah, seperti apa menghadapi situasi yang berat itu (kondisi di SKK Migas),” kata Rudi, Kamis (4/6/2015).
Selanjutnya, Rudi Rubiandini tiba-tiba menangis saat menjawab tanggapan dari mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bathoegana. Sambil sedikit terbata-bata, Rudi mengaku sejak awal menjadi Kepala SKK Migas dirinya ingin melakukan pembenahan.
“Bahwa saya di SKK Migas sejak awal justru ingin membenahi. Artinya memang saya mau melakukan pembenahan,” terangnya.
Lebih lanjut, Rudi mengaku langsung mengirim surat ke KPK pada tanggal 10 Mei 2015. Namun, dirinya justru diciduk oleh penyidik KPK pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) di tanggal 13 Agustus 2013.
“Tanggal 10 Mei saya kirim surat ke KPK. 24 Mei saya menjadi target KPK. Namun 13 Agustus saya di OTT. Proses di tengahnya hanya bumbu-bumbu, Saya diingatkan Pak Sutan memang benar menghadapi situasi itu,” tutupnya.







Komentar