Dukung Usut Korupsi Reklamasi, Nelayan Serahkan Miniatur Perahu Harapan ke KPK

Ekonomi277 Dilihat

Beritaasatu – Puluhan nelayan tergabung dalam Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke berunjuk rasa didepan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Dalam aksinya itu, mereka meminta agar pimpinan KPK mengusut tuntas kasus reklamasi yang kini telah menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI M Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja.‎

“Ayo KPK usut tuntas kasus reklamasi karena nasib para nelayan tradisional di Teluk Jakarta jadi menderita sejak proyek reklamasi bergulir,” ujar Koordinator aksi Kuat.

IMG-20160405-WA003Menurut Kuat, adanya penangkapan adik kandung Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, dan Bos APL itu telah membawa harapan baru bagi nelayan, bahwa reklamasi Teluk Jakarta tidak hanya merugikan nelayan, tapi juga merupakan korupsi skala besar (grand corruption).

Selain itu, kata dia, reklamasi juga berdampak buruk bagi ekosistem mulai lenyapnya ikan, air yang keruh, terjadi pendangkalan, hingga pengusiran nelayan jika melewati lokasi reklamasi, dan banyak hal lainnya menjadi makanan sehari-hari.

“Kami minta agar stop pengurukan / reklamasi di Teluk Jakarta karena banyak pihak yang mengambil keuntungan dibalik proyek ini,” ucap Kuat.

Kuat juga menyebut para nelayan juga sedang mengajukan gugatan tata usaha negara di PTUN Jakarta meminta pembatalan izin pembangunan pulau G dan pulau F.

“Kami minta KPK untuk mengawasi persidangan tersebut agar jangan sampai ada rasuah lagi,” tukasnya.

Para demonstran juga menyerahkan simbolis berupa miniatur perahu harapan kepada pimpinan KPK dan diterima bagian Dumas Zulkarnaen.

Komentar