Beritaasatu – Presidium Nasional Persatuan Aktivis 98 Arnold Thenu menyebut foto bersama 11 wanita Indonesia yang berpose layaknya ‘selebrities’ di negeri Sakura Jepang ternyata bukanlah ‘artist’ yang sedang mencari sensasi untuk mendongkrak popularitas, namun ironisnya kesebelas wanita Indonesia itu adalah para istri Anggota DPR-RI periode 2014-2019 yang tergabung dalam “Persaudaraan Istri Anggota DPR-RI”.
“11 wanita yang mengikuti Tokyo Tour (Osaka-Kyto) dari tanggal 30 Maret – 7 April 2016 yang fotonya beredar di masyarakat luas bukanlah ‘Hoax’ dan itu sudah dibenarkan oleh Fadli Zon salah satu suami yang istrinya mengikuti event tidak etis tersebut,” ungkap Arnold, Selasa (5/4/2016).
Bahkan, lanjut Arnold, Fadli Zon dengan penuh percaya diri seakan-akan membela kegiatan tidak berbobot tersebut dengan berbagai pembenaran namun pembenaran Fadli Zon justru terkesan menelanjangi dirinya sendiri.
“Mungkin benar apa yang dikatakan Fadli Zon, bahwa para istri Anggota DPR RI itu tidak menggunakan uang / fasiltas negara namun para istri itu mungkin perlu di ingatkan bahwa para suami mereka digaji dan difasilitasi dari uang rakyat,” cetus Arnold.
Mungkin benar apa yang dikatakan Fadli Zon, kata Arnold, bahwa para istri Anggota DPR RI sudah merancang event ‘Tokyo Tour’ sejak 6 bulan lalu namun secara tidak langsung ini merupakan pembuktian kemampuan berpikir yang lemah dan miskin akan idea juga gagasan positif serta minimnya kepekaan sosial mereka yang hanya bisa sekedar mencari-cari alasan ‘agar akrab’ sesama segelintir istri Anggota DPR RI.
“Lalu mereka bisa menjadikan alasan tersebut sebagai pembenaran untuk melakukan event ‘Tokyo Tour’ ditengah krisis kepercayaan publik terhadap oknum-oknum Anggota DPR RI yang bergaya hidup mewah dan korup serta sekaligus menjadi bias negatif bagi Partai Politik yang merupakan salah satu instrument demokrasi di Republik ini,” tutur Arnold.
Menurut Arnold, hal ini dapat membahayakan kehidupan demokrasi dikemudian hari jika pada akhirnya rakyat tidak lagi percaya kepada Partai Politik akibat perilaku para elite politik partai dan keluarganya yang tidak sesuai dengan harapan rakyat. Masih terekam baik di ingatan masyarakat Indonesia ketika Fadli Zon melakukan ‘pelanggaran etik’ saat menghadiri kampanye Donald Trump bakal calon Presiden Amerika tahun lalu dan sekarang Fadli Zon seakan tanpa ada penyesalan menganggap event segelintir istri Anggota DPR RI tidak bertabrakan dengan moralitas dan nurani rakyat.
“Dengan minimnya prestasi yang dimiliki Fadli Zon di DPR RI dan pelanggaran etik yang sudah dilakukan, maka tidak ada pilihan paling bijak bagi Fadli Zon selain berjiwa besar layaknya ksatria untuk mengundurkan diri secara jantan,” tukasnya.







Komentar