Indonesia Diambang Perpecahan ?

Nasional467 Dilihat

Beritaasatu – Ketua Umum Satuan Relawan Bencana Betawi Rempug (SARBENI REMPUG) Sanny A Irsan S.Sos memandang hampir 3 tahun belakangan ini, semua pihak dinilai selalu menyaksikan dan mengamati arogansi yang dilakukan oleh seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di depan layar televisi. Dan selama 3 tahun ini pula seluruh rakyat Indonesia setiap harinya disuguhi pernyataan-pernyataan provokatif Ahok di semua media sosial yang hampir semua nya tidak mencerminkan bahwa dia adalah seorang pemimpin yang baik, pemimpin yang ‘Harusnya’ menjadi pengayom, membawa rasa aman dan sejuk bagi seluruh warga nya.

“Lembaga-lembaga negara diadu domba, skandal demi skandal terjadi di era nya dia dari mulai kasus reklamasi, sumber waras dll,” kata Sanny, Sabtu (29/10/2016).

demo-penjarakan-ahokLebih lanjut, Sanny menyebutkan Masjid-masjid digusur, pemotongan hewan Qurban dilarang, perkampungan-perkampuungan digusur tanpa ada pergantian yang jelas sampai nama “Presiden” selalu dibawa-bawa apabila dia terdesak dalam masalah hukum.

“Kami sebagai warga Betawi, penduduk asli Jakarta sudah muak dengan kelakuan Ahok. Apalagi setelah Ahok menistakan agama kami di Kepulauan Seribu,” bebernya.

Kata dia, sudah saatnya Pemerintah melalui Institusi Kepolisian menghentikan ini semua. Lakukan lah tindakan berani untuk memenjarakan dia..!!

“Seluruh warga Jakarta khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya berharap pemerintah dapat tegas kepada Ahok yang telah membuat perpecahan diantara sesama anak bangsa. Kami tidak benci orang Thionghoa, kami tidak benci umat non muslim. Dan ini tidak ada urusan dengan Pilkada DKI,” jelasnya.

Sanny melanjutkan bahwa tuntutan pihaknya adalah hanya satu yakni penjarakan Ahok yang dianggap kerap membuat gaduh bangsa dan telah menghina agama Islam. “Kami sangat Cinta Indonesia. Kami cinta keragaman, selamatkan bangsa ini sesegera mungkin sebelum seluruh rakyat Indonesia turun ke jalan,” tandasnya.

4 November 2016 ada apa sebenarnya ?, Namun bagi semua kalangan kini selalu membicarakan hal itu, pasalnya akan adanya rencana demo besar-besaran didepan Istana Negara. Bahkan, ada juga yang menyebut akan adanya peristiwa tragedi 98 bakal terulang kembali. Benarkah demikian ?? Mari kita ulas pembicaraan langsung dengan Bang Sanny kepada redaksi terkait persiapan aksi Bela Islam Jilid II yang akan digelar di Istana Negara :

Redaksi: Tanggal 4 gimana bang, FBR akan tetep turunkah ?
Sanny: All Out.

Redaksi: Berapa estimasi keseluruhan ?
Sanny: Ini sudah people power.

Redaksi: Kira-kira berapa jumlahnya bang untuk FBR sendiri ?
Sanny: Awalnya saya prediksi sekitar 100.000 orang yang akan hadir di tanggal 4. Tapi sampai hari ini terdata lebih dari 100.000 orang, bahkan bisa mencapai 200.000 orang.

Redaksi: Wuih revolusi donk bang ?
Sanny: Kalau FBR sekitar 10.000 – 20.000 orang yang akan turun.

Redaksi: Beredar broad chast itu benar gak bang, katanya mau dibikin seperti tragedi 98. Apa gak takut ada yang tunggangi nantinya ?
Sanny: Pernyataan Ahok sudah memancing kemarahan seluruh umat Islam Indonesia, sehingga didaerah-daerah terjadi demo besar-besaran juga. Yang nunggangi kami cuma Allah SWT. Gerakan ini sudah tidak bisa terbendung.

Redaksi: Terkait klarifikasi MUI, menyebut ada kesalahpahaman bahwa apa yang disampaikan itu hanya sebuah pernyataan mengenai pernyataan keagamaan Ahok bukan lah fatwa. Sementara itu ada pendapat berbeda dari kelompok yang akan demo tanggal 4 nanti, tanggapan abang gimana ?
Sanny: Coba cek kemarin, hampir di semua masjid di Jakarta, dianjurkan oleh khatib untuk datang membela Islam di tanggal 4. Siapa yang bicara bang ? MUI nya. Sekarang udah bukan saatnya lagi klarifikasi apalagi seperti NU yang mau kirim banser ke Jakarta. Apapun pernyataan tandingan, bukan nya menyurutkan aksi besok, malah akan membuat besar. Orang akan semakin tertantang untuk datang ke Istana. Terlalu besar yang akan dikorbankan cuma gara-gara Jokowi menyelamatkan Ahok. Surat itu sudah keluar jadi gak perlu di ralat atau diklarifikasi.

Redaksi: Berarti MUI-nya bagaimana bang ?
Sanny: Kalau MUI pasti komitmen dengan keputusan nya. Yang keluar pernyataan dari MUI nya siapa bang ? Kalau NU struktural memang gak akan hadir, tapi NU kultural pasti akan turun all out. Hahahahahaha… Ini NU ngaco, kalau mau ketua MUI nya dong yang bikin pernyataan, bukan orang lain. Ane rasa apa yang dilakukan NU gak akan berarti apa-apa bang. Nanti lihat di tanggal 4…

Redaksi: Settingannya nanti akan lebih seru kah bang dibanding kemarin ?
Sanny: Betul… seru, meriah dan menarik

Redaksi: Bakal revolusi kah.. he he ?
Sanny: Hihihihi

Redaksi: Seperti 98
Sanny: Gak lah bang. Insya Allah damai.

Redaksi: Apa gak khawatir ditinggungai pihak ke 3 bang ?
Sanny: Gak lah, aman kok. Kita jamin damai

Redaksi: Lho ada mahasiswanya ntar bang ? Banyak bang ?
Sanny: Dari Makassar aja sudah confirm 1500 orang akan hadir

Redaksi: Bang ternyata yang klarifikasi langsung Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin soal itu pernyataan bukan fatwa ? MUI dan PBNU imbau juga tidak menghendaki turun kejalan 4 November ?
Sanny: Biarin aja bang. The show must go on. Bendera sudah dikibarkan pantang untuk diturunkan. Biarin aja kyai Said punya statement. Gak akan berpengaruh bang.

Bang Sanny pun mengirimkan berita mengenai instruksi Kapolda Metro: Siapa Bikin Onar Polisi Harus Tembak Pantat ke Bawah. Kata dia, ancaman yang begini aja udah gak dilirik bang, Malah jadi bahan ledekan. Orang-orang udah pada siap perang, salah kalau di pressing. Lebih baik di rangkul dan didekati, bukan malah diancam. Sekarang ini harus dilakukan pendekatan-pendekatan agar dapat meredam situasi, itu lebih efektif. Bahasa di luar pada saat ini, orang yang salah dilindungi sedangkan yang benar mau ditembaki.

Redaksi: Pendekatannya seperti apa bang, contohnya ?
Sanny: Jalan PERTAMA untuk meredam yaitu : Proses hukum Ahok sebelum tanggal 4, Kedua : Pendekatan-pendekatan kepada ormas-ormas besar yang akan turun nanti. Dan ketiga, jangan ada penekanan-penekanan kepda ormas-ormas. Kasih mereka pengertian akan pentingnya demo damai. Itu aja.

Redaksi: Berarti selama ini Polri tidak melaksanakn hal itu ya bang ?
Sanny: sudah tapi gak tuntas, kalau dijabarkan disini panjang bang. Mesti ketemu lah kita.

Redaksi: He he btw untuk yang mahasiswa untuk DKI juga akan turun kah bang ?
Sanny: Pasti turun mereka.

Redaksi: Jika nanti nya Polri bilang itu tidak bs dilanjutkan prosesnya bagaimana bang, karena tidak bersalah ?
Sanny: Sekarang belum bisa diprediksi bang. kita tunggu aja tanggal 4 nanti. Yang penting jangan yang bersifat provokatif karena ini malah akan menyulut kemarahan umat Islam. Demo tgl 4 bukan demo anti China atau demo anti non muslim. Demo nanti jg tdk ada hub nya dgn Politik dan Pilkada DKI. Demo besok bertujuan mendesak Presiden agar dapat menindak Ahok yg sdh menghina umat islam.

 

Komentar