Ambruk Dikamar Mandi Tahanan KPK Meninggal Dunia

Kriminal271 Dilihat

Beritaasatu – Salah satu tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdakwa suap Walikota Makasar Ilham Arief Sirajuddin, eks Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar, Hengky Wijaya, telah meninggal dunia tadi malam, Selasa (2/2/2016).

tewasHengky menutup usianya setelah dirawat dirumah sakit Siloam Semanggi, Jakarta sejak 27 Januari 2016. Ia meninggal sekira pukul 21.05 Wib.

“Dia sudah dirawat dirumah sakit sejak 27 Januari 2016,” demikian disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (3/2/2016).

Selama masa penahanan sejak 15 Juli 2016, Hengky ditahan dirumah tahanan Polda Metro Jaya dan selanjutnya dirumah tahanan Cipinang Jakarta.

“Dirawat usai jatuh dirutan Cipinang,” ucap Yuyuk.

Sementara itu, Kuasa hukum Hengky, Arfa Gunawan mengakui kliennya sempat ambruk akibat kecapekan di Rutan Cipinang usai menjalani persidangan perkara dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

“Dia kan gara-gara pas sidang kecapekan, pulang ke tahanan. (Karena) Kecapekan tadi jatuhlah. Di kamar mandi jatuhnya,” terang Arfa.

Hengky menderita penyakit ginjal, penyempitan pembuluh darah, dan penyakit jantung. Sesampainya di RS Siloam, kondisi Hengky tetap gawat. Paru-paru Hengky bermasalah dan tidak bisa mengembang. Walau dibantu alat, juga belum berhasil.

“Terakhir ginjalnya. Gara-gara jatuh itu kebagian ginjalnya. Kata dokter kalau sudah tua nggak bisa infeksi, saya nggak ngerti,” tukasnya.

Jenazah Hengky hingga kini masih berada di RS Siloam. Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Penjaringan, Jakarta Utara, untuk selanjutya dimakamkan.

Dalam perkara ini, Hengky dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajudin diduga merugikan keuangan negara hingga Rp45,84 miliar.

Hengky diduga memperkaya diri sendiri sebanyak Rp40,33 miliar dari selisih penerimaan pembayaran dengan pengeluaran rill PT Traya Tirta Makassar