Adriansyah Minta Bantuan Dana atau Materiil di Pertemuan dengan Pengusaha di Pacific Place ?

Hukum247 Dilihat
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Beritaasatu – Direktur Utama PT Indo Mineral, Suparta mengaku politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adriansyah meminta bantuan kepada Marketing Manager PT Mitra Maju Sukses (PT MMS), Andrew Hidayat saat hendak mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan tahun 2015.

Ia memperkirakan permintaan bantuan itu bisa berupa dana atau materiil moril.

“Bisa bantuan dana mungkin atau materil moril,” kata Suparta saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/7/2015).

Diketahui, dalam perkara itu, Andrew Hidayat didakwa Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyuap politikus PDIP sebesar Rp 1 miliar. Andrew juga menyerahkan uang suap ke Adriansyah dalam bentuk mata uang luar negeri yakni 50.000 dolar AS dan 50.000 dolar Singapura.

“Terdakwa Andrew Hidayat telah memberi sesuatu berupa uang tunai dengan mata uang rupiah sebesar Rp 1 miliar, mata uang dolar Amerika Serikat sebesar 50.000 dan mata uang Singapura sebesar 50.000 kepada Adriansyah selaku penyelenggara negara yang menjabat sebagai anggota DPR periode 2014-2019,” kata Jaksa Trimulyono Hendradi.

Lebih lanjut, Suparta menuturkan Adriansyah meminta agar mengatur waktu untuk dipertemukan dengan seorang pengusaha Robert.

“Dia ngomong sama saya waktu itu mau mencalonkan diri jadi Gubernur. Alasannya, karena saya sama-sama orang organisasi, jadi dia meminta saya atur waktu untuk ketemu Pak Robert yang seorang pengusaha,” tuturnya.

Lebih jauh, Suparta membeberkan lokasi pertemuan mereka bertiga bersama Andrew di Pacific Place, Jakarta dengan kurun waktu sekira 30 menit. Namun soal tanggal dan bulan pertemuan, ia merasa sudah tak ingat lagi kejadian itu.

“Adriansyah niatnya mau maju calon gubernur, minta restu waktu itu,” tegasnya.

Ia pun menambahkan, dirinya tak tahu menahu keuntungan yang didapat Andrew bila membantu Adriansyah dalam pencalonan Pilgub Kalsel itu.

“Saya nggak tahu,” tukasnya.

Komentar