Munas Hipmi XV Ultra Demokrasi Calon Ketua Umum Hipmi Minta Maaf ke Presiden RI

oleh -24.383 views

hipmiJakarta, beritaasatu.com – Calon Ketua Umum BPP Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia meminta maaf kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) atas dinamika demokrasi yang terjadi pada Musyawarah Nasional (Munas) XV Hipmi di Bandung, Jawa Barat. 

 

“Kami meminta maaf kepada Bapak Presiden Jokowi dan para menteri kabinet yang telah hadir dan membuka acara Munas HIPMI yang terjadi ultra dinamika demokrasi. Kami pun sangat tidak menghendaki kejadian tersebut,” ujar Bahlil di Jakarta, hari ini.

 

Bahlil juga menyesali munculnya pernyataan-pernyataan yang menuduh adanya pihak yang ‘bermain’ dan menjadi penyebab atas terjadinya deadlock pada proses Munas yang dihentikan pada Rabu (14/1) lalu. “Kami memiliki laporan kepolisian dan hasil visum yang kuat sebagai bukti bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan sekali lagi hal itu mencederai semangat persahabatan keluarga besar Hipmi,” jelasnya.

 

Menurut Ketua Tim Pemenangan Calon Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, Andi Rukman Karumpa, panitia penyelenggara (OC) Munas Hipmi tidak dapat memperpanjang masa sewa ruang sidang disebabkan Hotel Trans Luxury Bandung telah terikat kontrak penggunaan tempat tersebut dengan pihak lain. Maka dari itu, proses Munas HIPMI XV terhitung pada pukul 06.00 tanggal 14 Januari 2014 tidak dapat dilanjutkan di tempat yang sama.

 

Di sisi lain, rentang waktu sidang pleno dan rapat komisi komisi yang marathon selama 24 jam, tidak lagi memiliki nilai efektivitas dan efisiensi atas hasil kerja dan rekomendasi peserta Munas Hipmi XV, baik secara fisik maupun mental.

 

Untuk itu, lanjutnya, penghentian proses Munas Hipmi XV terjadi saat awal pembahasan sidang paripurna, pada Rabu 14 Januari 2014 dini hari, sebagai kelanjutan pengambilan keputusan terhadap hasil sidang komisi yang dilakukan sebelumnya, dan bukan pada proses pemilihan ketua umum yang direncanakan secara voting.

 

“Jadi jika ada pihak-pihak yang mengklaim unggul pada proses Munas ini, kami nyatakan itu adalah klaim sepihak yang sangat disesalkan,” tegas Andi.

Dalam tahapan dimana para utusan Badan Pengurus Daerah masing masing naik ke mimbar untuk memberikan  pandangannya secara umum, kata Andi, semua peserta dan peninjau Munas HIPMI XV mencatat dukungan Badan Pengurus Daerah (BPD) yang total berjumlah 33 BPD tersebut. 

 

Hasilnya, calon Ketua Umum Bayu Priawan Djokosutono mendapat dukungan 13 BPD, calon Ketua Umum Bahlil Lahadalia mendapat dukungan 14 BPD, calon Ketua Umum Andhika Anindyaguna mendapat dukungan 1 BPD. Adapun 5 BPD lainnya tidak menyebutkan nama calon yang mereka dukung.

 

Atas dasar itu maka Tim Pemenangan Calon Ketua Umum Bahlil Lahadalia menyatakan mendukung Munas lanjutan secepatnya dengan dua agenda tersisa, yaitu melanjutkan Sidang Paripurna untuk memutuskan hasil sidang komisi-komisi dan Pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI 2015-2018. 

 

“Kami menghimbau, memohon, menyarankan, sekaligus mendesak semua pihak untuk tetap menjaga nama baik dan marwah Hipmi sebagai organisasi yang kita cintai. Semoga Hipmi akan tetap selalu menjadi kebanggaan kita semua. Mari kita dukung pelaksaan Munas lanjutan secepatnya agar HIPMI dapat segera menempati posisinya yang terdepan sebagai pelaku ekonomi muda dalam mengawal dan melaksanakan perekonomian nasional,” pungkas Andi.

Comment