MEA Didepan Mata, HIPMI Ajak Gabung Mahasiswa dan Pemuda

Ekonomi325 Dilihat

Diskusi JayabayaJakarta – Untuk kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, para pemuda dan mahasiswa diajak untuk bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“MEA sudah berada didepan mata. Pemuda dan mahasiswa saya harap bisa bergabung dengan kami,” kata Ketua Hubungan Internasional Hipmi Hardini Puspasari.

Hal itu mengemuka saat diskusi publik bertema “Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Khususnya Pemuda dan Mahasiawa di era Masyarakat Ekonomi Asean 2015” yang diinisiasi Youth Movement Institute (YME) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya (Leksma) di Kampus Jayabaya. Selasa (31/3/2015).

Selain Hardini, hadir narasumber lainnya mantan Ketua BNP2TKI/Ketua Aliansi Rakyat Merdeka Jumhur Hidayat, Intelek Muda NU Abdul Ghofur, dan Kasubag Humas Polres Jaksel Aswin.

Lebih lanjut, Hardini merasa senang adanya kesadaran para pemuda dan mahasiswa untuk mempersiapkan MEA ini. Namun, menurut Hardini, ada hal terpenting agar Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbesar di ASEAN ini mampu menjadi peluang atau justru menjadi pisau bermata dua.

“Pemuda harus mampu bersaing dengan negara lain. Besarnya kekayaan alam kita tidak akan mampu terolah dengan baik jika tidak memiliki SDA yang mumpuni. Negara ini masih membutuhkan orang yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru ( job cratter ),” beber Hardini.

Lebih jauh, Hardini mendorong mahasiswa untuk menumbuh kembangkan ekonomi kecil dan menengah, sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Potensi yang dimiliki cukuplah luas, baik potensi pariwisata, dan potensi industri kreatif.Tanggon

“Saya berharap pemuda dan mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja kreatif dengan membangun kekuatan ekonomi dan menciptakan UKM. Saya berharap jumlah UKM bertambah dan dimiliki oleh kita sendiri,” ungkapnya.

Hardini menambahkan, negara ini membutuhkan aktion dan tidak hanya sebuah perkumpulan saja. “Mulailah dengan niat, pasti ada jalan. Mari besama bangun pasar dinegeri sendiri. Jangan mau diserbu oleh barang dari tiongkok/china,” pungkasnya.

Komentar