Jabatan Bukan Tameng! Fernando Emas Sebut Prabowo Serius Sikat Korupsi Berita|Minggu, 12 Juli 2026oleh Iqbal JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, memberikan apresiasi kepada Presiden
Modus Vape Ganja Terungkap, Edukasi Bahaya Narkoba Dinilai Mendesak Berita|Selasa, 7 Juli 2026oleh Iqbal Jakarta – Keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea
Fernando Emas: HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 Diwarnai Prestasi Gemilang Berantas Narkoba Berita|Kamis, 2 Juli 2026oleh Iqbal Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengajak masyarakat untuk melihat
Pengamat Nilai Demo BEM UI Bertepatan HUT Bhayangkara Bukan Sekadar Kritik Biasa Berita Utama|Rabu, 1 Juli 2026oleh Iqbal JAKARTA — Rencana aksi simbolik Aliansi BEM Universitas Indonesia yang akan menggelar
Pengamat RPI: Polri di Bawah Presiden Lebih Efektif, Jaga Stabilitas Politik Nasional Berita Utama|Rabu, 6 Mei 2026oleh Iqbal Jakarta — Keputusan pemerintah mempertahankan posisi Polri tetap berada langsung di bawah
Fernando Emas Imbau Buruh Waspada Provokator Jelang May Day Berita Utama|Kamis, 30 April 2026oleh Iqbal Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, mengimbau seluruh elemen
Banyak Tak Percaya Statemen Oditurat Militer Soal Motif Kasus Andrie Yunus, Sarat Rekayasa? Berita Utama|Jumat, 17 April 2026oleh Iqbal Jakarta – Banyak pihak tidak percaya dengan pernyataan resmi Kepala Oditurat Militer
Fernando Emas ke TNI: Rakyat Bukan Ancaman, Kritik Itu Wajar! Nasional|Rabu, 1 April 2026oleh Iqbal Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, melontarkan pernyataan keras terkait
Polri dan TNI Sepakat, Pelaku Kasus Andrie Yunus Disebut Anggota Militer! Fernando: Tunggu Apa Lagi? Berita Utama|Senin, 23 Maret 2026Senin, 23 Maret 2026oleh Iqbal Jakarta — Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, menegaskan bahwa fakta
Fernando Emas: Jangan Biarkan Narasi Tandingan Menyesatkan Kasus Andrie Yunus Berita Utama|Senin, 23 Maret 2026oleh Iqbal Jakarta — Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, menegaskan bahwa fakta