Kumpulan Advokat Gelar Syukuran Potong Tumpeng atas Keberanian Ahok Digarap KPK

Politik748 Dilihat

Beritaasatu – Sejumlah advokat tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melakukan peresmian poskonya dan menggelar potong tumpeng syukuran atas beraninya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mulai berani memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Peresmian posko ACTA ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa kemarin KPK telah berani memanggil dan memeriksa Ahok sebagai saksi. Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama KPK bisa lebih berani lagi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus ini,” tegas Inisiator ACTA Hisar Tambunan di Imam Bonjol 44 Menteng Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Potong Tumpeng
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Potong Tumpeng

Turut hadir para tokoh advokat, Eggi Sudjana, Habiburrochman, aktivis perempuan Ratna Sarumpaet, dan musisi yang juga bakal calon Gubernur DKI Ahmad Dani.

Lebih lanjut, Kepala Departemen Hukum Tata Negara DPP Gerindra itu menyebut bahwa secara politik pihaknya ingin menegaskan bahwa ACTA tidak akan mendukung Ahok sebagai calon Gubernur pada pilgub 2017 mendatang.

“Kami menganggap Jakarta memerlukan sosok pemimpin yang jauh lebih baik daripada Ahok guna menjadikan Jakarta menjadi lebih manusiawi bagi sebagian besar rakyatnya,” jelasnya.

Hisar juga berharap agar pasca Pilgub nanti tidak ada lagi penggusuran rumah rakyat yang dilakukan tanpa solusi, tidak ada juga kebijakan-kebijakan pemerintah yang didesain semata-mata mengejar keuntungan bisnis korporasi-korporasi besar, serta tidak ada pula praktek korupsi, kolusi, nepotisme dipucuk pimpinan pemerintah DKI.

Tak hanya itu, pihaknya menginginkan Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak diwarnai kecurangan, politik uang, intimidasi, penyalahgunaan wewenang, penyebaran fitnah, kampanye jahat dan tindakan tidak terpuji lainnya. Disisi lain, tambah dia, hendaknya even Pilgub tidak dijadikan alasan bagi penegak hukum untuk menunda pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan DKI.

“Kasus RS Sumber Waras, kasus Taman BMW, kasus reklamasi harus segera diusut tuntas,” beber dia.

Hisar menambahkan, posko ACTA akan berfungsi sebagai pusat informasi dan sekaligus pusat konsolidasi. Maka itu, kata dia, pihaknya mengajak kepada rekan-rekan advokat untuk bergabung bersama kami disini.

“Kami mempersilahkan kepada warga DKI yang memerlukan advokasi terkait pelaksanaan Pilgub atau terkait kebijakan pemerintahan DKI yang dianggap merugikan untuk dapat menghubungi kami disini,” tukasnya.