Beritaasatu – Data pelanggaran Hak Asasi Manusia (Ham) pada masa pemerintahan Presiden Jokowi justru lebih buruk ketimbang saat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Data Kontras saat jaman SBY kasus kekerasan banyak juga dilakukan, tapi tidak sebanyak itu. Dibawah Jokowi justru lebih buruk. Boro-boro menjawab justru malah menambah masalah,” ungkap Koordinator Kontras Haris Azhar saat Peluncuran Laporan HAM 2015 di Hotel Oria, Menteng Jakarta, Rabu (24/2/2016).

“Kita justru tekor dibawah Jokowi soal kebebasan. Kebebasan masyarakat tekor tapi kebebasan pejabat meningkat,” tuturnya.
Dijelaskan dia, angka pelanggaran Ham pada tahun 2013 dan 2014 merupakan dua tahun terakhir pemerintahan SBY masih dibawah angka pelanggaran Ham pada tahun 2015. Oleh karenanya, Haris memandang nasib perlindungan terhadap Ham masih dianggap mencemaskan.Tak hanya itu, pada bulan Januari 2016 saja sudah ada pelaporan 15 peristiwa pelanggaran kebebasan berekspresi, 10 kekerasan terhadap jurnalis, 12 pelanggaran terhadap kebebasan beragama, 37 kekerasan oleh aparat, Papua 13 peristiwa dan 8 kasus kekerasan perihal sengketa lahan.
“Kedepan masih ada peristiwa yang buruk. Kenapa gak mau membangun rencana yang serius,” tukas dia.