Beritaasatu – Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robert mengemukakan rezim Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa bertahan hingga saat ini karena ditopang oleh kepentingan oligarki disekitarnya.
“Jokowi-JK bisa bertahan sampai sekarang, karena menjadi simpul dari titik oligarki dan ditopang dari kepentingan oligarki disekitarnya,” kata Robert.
Hal itu mengemuka saat diskusi publik bertema “Melawan kekuatan oligarki dan korupsi di Indonesia” di YLBHI, Selasa (7/4/2015).
Turut hadir narasumber lainnya, pimpinan KPK non aktif Bambang Widjojanto, dan Sekretaris umum sorge co-op Bramantya Basuki.
Lebih lanjut, Robert menuturkan hal itulah yang menjadi rezim Jokowi untuk sementara melakukan perjalanan menitinya hingga sekarang. Tak hanya itu, Robert juga menilai ada sesuatu yang aneh terhadap suasana krisis diparlemen. Pasalnya, krisis tersebut hingga kini tidak terjadi padahal Koalisi oposisi yakni Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi partai mayoritas diparlemen.
“Tidak ada krisis besar mayoritas dan minoritas di DPR. Kenapa tidak terjadi, harusnya secara psikologis itu terjadi. Itu perlu kita tanya,” ungkap Robert.
Lebih jauh, Robert mencontohkan saat uji kelayakan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (BG) menjadi Kapolri, justru partai yang tergabung KMP ngotot agar BG dijadikan sebagai Kapolri.
“Harusnya KMP malah menggonggong. Harmonisasi ini muncul ketika ada kesapahaman oligarkis elit yang ada,” tukasnya.







Komentar