Terkait Grasi Ustadz Maman Ruhiman, Aktivis Pendukung Jokowi JARI 98 Minta Presiden Periksa Berkas Pengajuan

oleh

Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) meminta Presiden Jokowi untuk memeriksa berkas pengajuan grasi Ustadz Maman Ruhiman yang sudah masuk di Istana Negara.

“Kami minta Pak Jokowi kembali periksa semua berkas yang ada di Istana khususnya berkas pengajuan Grasi Ustadz Maman Ruhiman,” tegas Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa, hari ini.

Willy mengaku pihaknya yang berisi barisan aktivis yang bermarkas di Tangerang Selatan merupakan pendukung Jokowi yang sudah bekerja keras memenangkannya saat Pilpres 2019. Willy yang tidak pernah mengeluh meminta jabatan di Pemerintahan Jokowi itu kini berharap Jokowi bisa mengabulkan permintaan mereka.

Yakni goalkan grasi Ustadz Maman yang saat ini mendekam didalam Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Lama Banten.

“JARI 98 tidak pernah meminta jabatan apapun di Pemerintahan, namun kami berjuang semaksimal mungkin agar grasi Ustadz Maman Ruhiman bisa di terima,” ucapnya.

Kata Willy, Ustadz Ruhiman memiliki potensi dan skill sebagai Ustadz yang baik dan Pancasilaisme yang tinggi. Lanjut Willy, grasi merupakan hak preogratif Presiden dan pihaknya berdoa semoga Allah SWT dapat membolak-balikan hati Presiden karena Allah SWT itu Ya Moqolibal Quluub.

“Kelompok yang kontra dengan gerakan Pak Jokowi pemikirannya sudah macam-macam anggap PKI ini dan itu. Selamatkan Ustadz Maman Ruhiman sebuah solusi bikin para kadrun kejang-kejang,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, keberadaan Ustadz Maman bisa mereduksi politik identitas yang menjadi perhatian Presiden jelang Pemilu 2024.

“Strategi dari JARI’98 untuk meminimalisir terjadinya politik identitas. Jika benar-benar Pemerintah tidak memelihara atau mengadopsi gerakan politik identitas. Kami dari JARI’98 menyakini Pak Jokowi dan jajaran adalah orang-orang baik. Atas dasar itu kami serempak perjuangkan Pak Jokowi di Tangsel agar terpilih kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.