Ancaman Nyata Sampah Cipeucang: JARI 98 Desak Transparansi dan Akuntabilitas Pemkot Tangsel

Berita89 Dilihat

Jakarta — Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, mendesak Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie untuk bertanggung jawab penuh atas persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang dinilai telah berdampak serius terhadap kesehatan warga.

Willy menegaskan, persoalan sampah di Cipeucang bukan sekadar masalah teknis pengelolaan, melainkan telah berkembang menjadi ancaman kesehatan publik. Ia mengklaim banyak warga Tangerang Selatan mengalami gangguan kesehatan akibat dampak lingkungan dari tumpukan sampah tersebut.

“Kalau tidak percaya, silakan rekan-rekan media melakukan investigasi langsung ke rumah sakit, klinik, dan puskesmas di seluruh Tangsel. Lihat sendiri data dan keluhan masyarakat,” ujar Willy kepada media.

Lebih jauh, Willy mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung RI, dan Kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran pengelolaan sampah di Cipeucang. Menurutnya, apabila ditemukan indikasi korupsi, aparat penegak hukum harus bertindak tegas.

“Jika memang ada dugaan korupsi dalam anggaran sampah, jangan ragu lakukan penangkapan dan penahanan untuk dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Willy juga mengkritik sikap pemerintah daerah yang dinilai hanya sebatas menyampaikan pernyataan tanpa solusi konkret. Ia menilai ketidakmampuan dalam mengelola persoalan sampah seharusnya menjadi bahan evaluasi serius terhadap kepemimpinan daerah.

“Kalau hanya koar-koar membuat pernyataan tapi tidak mampu menyelesaikan masalah, lalu untuk apa ikut kompetisi Pilkada Serentak 2024 kemarin?” tandas Willy.

Menurut JARI 98, persoalan sampah di Cipeucang harus ditangani secara transparan, akuntabel, dan berbasis kepentingan kesehatan masyarakat. Willy menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menghindar dari tanggung jawab, terlebih ketika dampaknya telah dirasakan langsung oleh warga.

“Ini bukan sekadar soal sampah, ini soal nyawa dan kesehatan rakyat. Negara tidak boleh abai,” pungkasnya.

Komentar