Dibalik Demo 4 November, Stop Tipu-Tipu

Nasional436 Dilihat

Surabaya – Organisasi Ufuk Timur Indonesia menegaskan bahwa negara Indonesia bukanlah milik individu atau pribadi, kelompok maupun agama tertentu melainkan milik rakyat Indonesia. Berkaca dari insiden 4 November 2016 kemarin adalah musibah bagi bangsa Indonesia, serta petunjuk dari Tuhan untuk semua agar hati-hati dan segera sadar karena negara Indonesia telah di dirongrong oleh penjajah dengan gaya barunya.

“Kenapa mereka merongrong negara kita ?? sebab, kami yakin Presiden Jokowi telah mengetahui kejahatan yang selama ini terjadi di PT. Freeport yang tepatnya di Papua,” tegas Koordinator Nasional Ufuk Timur Indonesia Abdullah Kelrey, Minggu (6/11/2016).

img-20161104-wa272Untuk itu, lanjut dia, atas nama masyarakat Indonesia Timur yang berada di Surabaya menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus komitmen dengan langkah-langkah nya yang membatalkan MOU antara PT. Freeport dengan pemerintah Indonesia di era kepemimpinan Presiden sebelumnya. Selain itu, Kelrey meminta kepada pemuda dan mahasiswa yang berasal dari Indonesia Timur tergabung dalam organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) baik Dipo maupun MPO agar jangan terjebak dengan permainan isu pesanan yang telah berlangsung kemarin.

“Isu agama sebagai pintu masuk penghancuran negara Indonesia,” bebernya.

Tak hanya itu, Kelrey berpesan agar semua pihak terseret dalam permainan politik tingkat tinggi. Sebab, dia menduga ada elit yang ikut bermain mensukseskan demp 4 November kemarin.

“Kami menduga Presiden sebelumnya dan besan memainkan dan mensukseskan demo 4 November kemarin. Jika itu benar adanya, maka kami minta mereka agar diam jangan karena kepentingan lalu ikuti mengacak-acak persatuan dan kesatuan negara Indonesia yang dibangun oleh pemikir pendiri bangsa,” jelasnya.

Kelrey menambahkan agar kelompok Islam yang tergabung dalam organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan demo kemarin stop tipu-tipu.

“Jangan jadi EO untuk mengacak-acak persatuan dan kesatuan negara,” tandasnya.

Komentar