JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendripriyono kali ini digadang-gadang akan mendapatkan gelar kehormatan dari Kesultanan Banjar ke-512. Bahkan mantan Bupati Banjar, Sultan Khairul Saleh pun membenarkan informasi tersebut, bahwa dari beberapa nama yang akan mendapatkan gelar keagungan, nama Jenderal TNI (purn) Prof DR Abdullah Mahmud (A.M) Hendropriyono juga masuk dalam daftar penerima gelar keagungan tersebut.
Dikatakan Sultan Khairul Saleh, gelar keagungan yang akan diberikan kepada AM Hendropriyono tersebut adalah gelar Pangeran Harya.
“Kami akan berikan gelar Pangeran Harya kepada Bapak Hendropriyono,” kata Sultan Kahirul Saleh.
Masih menurut Sultan Khairul Saleh, pemberian gelar Pangeran Harya kepada AM Hendropriyono tersebut lantaran, penilaian bahwa ayah kandung Diaz Hendropriyono tersebut telah mendharma bhaktikan diri pada bangsa dan negara bahkan benua. Bahkan Hendropriyono dianggap telah memberikan kontribusi banyak dalam hal pembangunan bangsa dan negara, dan menjaga kesatuan, persatuan dan kerukunan antar bangsa.
Apalagi dikatakannya, Hendropriyono juga memiliki garis keturunan dengan kerabat kesultanan Banjar, yakni Datu Raden Tumenggung Soeria Koesuma, yang merupakan Ronggo di Banjarmasin pada masa itu.
“Beliau merupakan keturunan langsung Datu Pangeran Tumenggung Soeria Koesuma yang menjadi pembesar zaman Kerajaan dulu,” tandasnya.
Pemberian gelar keagungan yang diberikan kepada 8 orang nantinya itu merupakan hasil keputusan dari Rapat Dewan Mahkota Kesultanan Banjar. Dan rencananya, pemberian gelar yang dilakukan oleh Kesultanan Banjar ke-512 tersebut akan diberikan pada hari Sabtu (22/10/2016) atau pekan depan. Penyematan pun dilakukan di Masjid Sultan Suriansyah, Kuin Utara, Banjarmasin.
Berikut adalah nama-nama penerima gelar keagungan dari Kesultanan Banjar ke-512 :
1. Pangeran Harya diberikan kepada AM Hendropriyono
2. Datu Mangku Negeri diberikan kepada Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina
3. Datu Cendekia Hikmadiraja diberikan kepada Guru Besar Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin, Prof Surato Hadi
4. Datu Cendekia Hikmadiraja diberikan kepada Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari, Prof. Dr. Ahmadi Hasan
5. Datu Mangku Adat diberikan kepada Sirajul Huda
6. Datu Cendekia diberikan kepada Ahmad Barjie
7. Datu Puspawana Hikmadiraja diberikan kepada Faturrahman
8. Datu Astaprana Hikmadiraja diberikan kepada Sastrawan berkebangsaan Indonesia, Iberamsyah Barbary
[mib]
