Pupuk Semangat Pluralisme Generasi Muda sebagai Warisan Budaya yang Perlu Dijaga

Nasional198 Dilihat

Jakarta – Youth Movement Institute (YMI) mengingatkan masyarakat Indonesia yang sangatlah beragam dilihat dari suku bangsa, budaya maupun kepercayaan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan dasar negara Pancasila didalamnya telah menganut prinsip pluralisme sebagai warisan budaya yang perlu dijaga.

YMI Pluralisme“Pemuda dan mahasiswa agar saling menghormati dan menghargai perbedaan. Multikulturalisme merupakan sebuah warisan budaya yang perlu dijaga untuk masa depan demokrasi Indonesia,” demikian disampaikan Presidium YMI Christye Pusung Warouw saat diskusi bertema “Memupuk Semangat Pluralisme Generasi Muda untuk Masa Depan Demokrasi di Indonesia” yang diinisiasi YMI di RM. Ayam Presto Balphuss, Rawamangun, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Menurut dia, sikap menerima perbedaan harus bisa diwujudkan bukan hanya sebagai realitas objektif tetapi juga sebagai potensi dinamik yang memberikan kemungkinan dan harapan akan kemajuan dimasa depan.

“Sikap pluralisme ini perlu kita kembangkan. Sebuah pluralisme yang menyemangati sistem pergaulan sosial yang memungkinkan setiap unsur kultural masyarakat saling berinteraksi secara alamiah dalam proses yang saling memperkaya, dan diharapkan,” tuturnya.

Plakat FBRTurut hadir pembicara lainnya, Anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Anggota DPR RI Arteria Dahlan, ST, SH, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH. Luthfi Hakim, Perwakilan Front Pembela Islam (FPI) Ali Alatas, dan Pengurus Pusat PMKRI Marsi Edon. Para tokoh yang hadir membicarakan pluralisme dari masing-masing sudut.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH. Luthfi Hakim menilai pluralisme masih lebih efektif dengan Bhineka Tunggal Ika untuk pemuda. Luthfi Hakim meminta agar para pemuda tidak terlalu mengagungkan konsep barat yang bisa menghilangkan nilai luhur bangsa Indonesia.

“Hidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa dan mempertahankannya. Mari gali kembali kearifan lokal,” ucap dia.

Anggota DPR RI Ahmad Sahroni lebih menyoroti kehidupan anak muda saat ini. Politisi Nasdem itu cenderung meminta agar para pemuda tidak terlalu berhura-hura, mendingan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang lebih baik.

“Jadilah diri sendiri itu lebih baik supaya menjadi pemimpin bangsa yang lebih baik. Apakah itu didalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Plakat YMIDitempat yang sama Pengurus Pusat PMKRI Mardi Edon menegaskan bahwa pluralisme adalah kenyataan yang hidup bangsa Indonesia sebagai mana dalam sejarah negara tertuang dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kaum muda agar menjalankan amanat sejarah bangsa kita ini,” terang dia.

Perwakilan FPI Ali Alatas lebih memandang pada istilah pluralisme. Kata dia, sebelum berbicara pluralisme terlebih dulu agar memahami arti pluralisme itu sendiri supaya ditahap pelaksanaannya tidak salah kaprah dan lebih sepakat dengan istilah toleransi.

Plakat TMI“Sebab pluralisme adalah suatu fakta sosial tapi untuk menyentuh problem di tanah air ini kita harus toleransi supaya tidak berefek pada perpecahan sehingga negara tidak jauh dari tujuannya untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” bebernya.

Anggota DPR Arteria Dahlan lebih mendorong generasi muda untuk terlibat dalam proses demokrasi dan memilih pemimpin yang menjujung tinggi visi kerakyatan.

Komentar