KH. Zaini : Membangun Akhlak Yang Mulia Akan Tumbukan Pengikat yang Kuat

Nasional316 Dilihat

ketum IPI

Beritaasatu.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pesatren Indonesi (DPP IPI) KH. Zaini Ahmad mengatakan situasi yang berkembang akhir akhir ini ada yang seram ada yang mengatakan mengelikan, mulai dari Tolikara, Sarina dan Gafatar menjadi perbincangan tiap hari. Kita selama ini saling menyalakan.

“kita tidak punya pengikat yang sama sehingga menjadi lemah,” ucap KH. Zaini Ahmad saat membukan Rapimnas 2016 Ikatan Pesantren Indonesi di Hotel Grand Menteng, Jakarta (27/1/2016).

KH. Zaini mengajak para peserta Rapimnas untuk mencari solusi dan merumuskan hasil hasil di Rapimnas untuk dibawah dalam Munas Surabaya nanti yang akan di gelar pada tanggal 27, 28 dan 29 Februari 2016.

“Kalau kita bisa membangun putra-putri kita yang berakhlak mulia maka kita akan bisa memberikan kepada agama kita yang benar dan tidak salah arah,” ujarnya.

Menurut KH. Zaini saat ini kita kurang kuat maka dari itu kita harus punya pengikat untuk menyatukan diri. Hati merupakan pembentukan Ahklak yang mulia sesuai dengan iman.

“Jihat itu bukan untuk berperang saja, tetapi jihat itu kita lakukan di ponpes membentuk ilmu dan bersatu untuk NKRI,” tuturnya.

KH. Zaini juga menyarankan kepada pemerintah sekarang ini agar tidak  berjalan sendiri sendiri karena pemerintah mempunyai lembaga lembaga sendiri dan harus bersatu.

“TNI, Polri dan BIN harus terus bersinergi,”  tukasnya.

Dirinya berharap IPI akan mampu mengangkat ikon sebagai oraganisasi yang dibanggakan, kontribustif, di kenal dan diperhitungkan. Caranya membuat program yang menyentuh langsung kepada masyrakat dan umat, baik kaitannya dengan pemberdayaan umat maupun peningkatan ekonomi.

“Jadilah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT jadilah orang yang selalu dekat dangan Anugerah Allah SWT, untuk membangun Bangsa dan Negara Indonesia yang klta cintai ini guna mencapai masyarakat adil makmur dan penuh ridha Alllah SWT,” pungkasnya.