BIMA: KAA 2015, Momentum Indonesia Jadi Macan Asia

Nasional158 Dilihat

IMG_20150411_000435Jakarta, beritaasatu – Barisan Insan Muda (BIMA) berharap peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-60 pada bulan April 2015 ini, pemerintahan Jokowi-JK dapat memanfaatkan momentum untuk memperkuat peran dan keberadaan Indonesia dikawasan maupun Internasional.

“Saatnya Indonesia bisa mengembalikan julukannya sebagai Macan Asia. Bangsa Indonesia harus menjadi yang terkuat dan terdepan di segala bidang,” kata Sekjen BIMA Syarief Hidayatullah, di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut dia, momentum itu dinilai sangat baik guna mengembalikan lagi dan mengingatkan pada dunia bahwa Indonesia punya peran sangat besar dan ingin memori tersebut diangkat kembali.

“Jadikan kesempatan itu sebagai awal membangunkan Sang Macan,” kata Syarief.

Lebih lanjut, Syarief mengaku pihaknya siap mendukung KAA 2015 yang digelar di Jakarta dan Bandung. Dengan berbagai dukungan dari masyarakat akan sangat berguna dan bermanfaat demi berlangsungnya even bertaraf Internasional tersebut.

“Peran dari masyarakat bisa berupa menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan di daerahnya masing-masing terutama di Jakarta dan Bandung, tempat berlangsungnya KAA. Hal ini sangat membantu dalam menciptakan suasana kondusif dan terkendali saat menjelang atau berlangsungnya Konferensi tersebut,” beber Syarief.

Selain konferensi itu sendiri, lanjut Syarief, banyak agenda yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk menjalin berbagai kerjasama dan menguatkan berbagai sektor khususnya ekonomi. Salah satunya adalah Pertemuan Bisnis Asia-Afrika atau Asia Africa Business Summit yang merupakan bagian dari Konferensi Asia-Afrika, difokuskan untuk membahas empat bidang ekonomi yaitu infrastruktur, perdagangan, agribisnis, kemaritiman, dan kelautan.

Konferensi-Asia-Afrika-2015“Semua lini harus menampilkan hal terbaiknya. Dengan segala persiapan dan tujuan yang membangun tersebut serta peran akif dari
masyarakat Indonesia dalam menyukseskan KAA di Bandung dan Jakarta,maka tidak mustahil jika Sang Macan “Indonesia” akan kembali terdengar auman-nya paska peringatan bersejarah tersebut,” pungkasnya.

Komentar