Dahsyat Bercinta dengan Oral Ternyata Ada Resikonya Lho

Life Style359 Dilihat

Berhati-hatilah jika Anda dan pasangan suka melakukan seks oral. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah JAMA Oncology mengungkapkan bahwa virus yang ditularkan lewat seks oral dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan atau yang secara medis disebut sebagai kanker oropharyngeal.

Human papillomavirus-16 atau HPV-16 biasanya merupakan penyebab kanker serviks (mulut rahim). Namun virus jenis ini, seperti dipaparkan oleh para ahli dari Albert Einstein College of Medicine, kini bisa menyerang mulut dan tenggorokan akibat perilaku seks oral sehingga meningkatkan risiko kanker tenggorokan sebesar 22 kali lipat.

makan pisangVirus penyebab kanker itu bisa menyerang bagian tengah tenggorokan, termasuk pangkal lidah, amandel, langit-langit lunak dalam mulut, dan dinding tekak (tenggorokan). Dalam riset sebelumnya diketahui bahwa HPV merupakan penyebab kanker mulut rahim pada wanita dan kanker tenggorokan pada lelaki.

Kasus kanker tenggorokan mencuat ke permukaan ketika pesohor Michael Douglas, pemeran utama film Basic Instinct dan Fatal Attraction, mengatakan bahwa dia yakin telah tertular kanker itu karena seks oral.

Kini para ilmuwan dari Albert Einstein College of Medicine mencari hubungan antara keberadaan HPV-16 dalam mulut dan berkembangnya kanker dalam tenggorokan di belakang mulut.

Untuk melakukan studi ini, para ilmuwan meneliti 96,650 orang yang bebas kanker pada awal dimulainya proyek ini dan menganalisis sampel air kumur dari dua studi besar.

Setelah rata-rata empat tahun melakukan pengamatan, para peneliti mendeteksi adanya 132 kasus kanker kepala dan leher. Sebagai pembanding, para peneliti juga merekrut 396 orang sehat, masing-masing tiga orang sehat sebagai kontrol bagi setiap kasus.

Air kumur kemudian dianalisis untuk mengetahui keberadaan beberapa tipe HPV oral dalam orang yang menderita kanker leher kepala dan leher dan dalam orang sehat yang digunakan sebagai kontrol.

Para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang terdeteksi mengidap HPV-16 dalam sampel air kumurnya ternyata 22 kali lebih berisiko menderita kanker tenggorokan daripada orang yang tak terdeteksi HPV dalam sampel air kumurnya.

Untuk pertama kalinya para peneliti juga menemukan keberadaan jenis baru dari oral HPV, yang kemudian disebut sebagai beta dan gamma, yang biasanya ditemukan pada kulit, yang mengarahkan mereka untuk menyimpulkan bahwa jenis HPV ini juga berhubungan dengan berkembangnya kanker kepala dan leher.

Berdasarkan temuan-temuan ini, para peneliti seperti dikutip DailyMail menegaskan bahwa HPV memainkan peran yang lebih luas dalam menyebabkan berbagai jenis kanker daripada yang telah diketahui selama ini. Selain itu mereka menyimpulkan bahwa dengan menggunakan sampel air kumur, para dokter dapat dengan mudah memprediksi risiko berkembangnya kanker kepala dan leher.

Dr Ilir Agalliu, peneliti dari Albert Einstein College of Medicine, New York, mengatakan kepada Mirror,”Studi ini menunjukkan bahwa hanya dengan menggunakan air kumur yang bisa dikumpulkan dengan mudah, kita bisa memprediksi kemungkinan berkembangnya kanker kepala dan leher.”

Selama ini orang beranggapan bahwa kanker tenggorokan menjangkiti orang yang merokok dan banyak menenggak minuman keras.

Komentar