Beritaasatu – Jelang konferensi pers hasil publikasi otopsi korban Siyono oleh dokter forensik Muhammadiyah, ratusan massa tergabung dalam Gerakan Umat Islam Nusantara berunjuk rasa di Komnas Ham Jl. Latuharhari 4B Menteng, Jakarta, Senin (11/4/2016).

“Bubarkan densus 88 dan kami menuntut Densus 88 untuk segera menghentikan aksi main hakim sendiri dalam aksi penangkapan, penyiksaan, penembakan terhadap umat Islam dan aktivis dakwah Tauhid,” teriak salah satu orator Ustad Abunusyaibah.
Nampak hadir juga dalam aksi tersebut yakni Ustadz Syamsuddin Uba.
Lebih lanjut, Ustadz Syamsuddin Uba mendorong agar Densus 88 harus diperiksa oleh psikiater independen. Sebab, tindakan ekstra judicial killing yang dilakukan aparat Densus 88 sudah menimpa kepada 120 orang.
“Hanya alasan terduga, terkait, tersangka teroris. Gerakan umat Islam Nusantara mengecam keras pembunuh orang Islam dan ia akan mendapat hukuman yang paling berat besok di hari kiamat. Saudara Presiden dan seluruh umat Islam, ingatkah siksa ahli neraka pada hari kiamat, dibahagian bawah kedua kakinya diletakkan dua buah bara api yang dapat mendidihlah otaknya,” tutur dia.
Dikatakan Syamsuddin, Islam telah mengedepankan upaya dialog dan agar tidak melakukan tindakan kekerasan dalam pemberantasan teroris.
Lebih jauh, Syamsuddin mendesak kepada pemerintah agar pembentukan badan pengawasan kinerja Densus 88 yang terdiri dari para tokoh-tokoh muslim dan melakukan pembinaan terhadap umat Islam dan aktivis dakwah tauhid yang dicurigai pemahaman radikal, membaca Al Quran, buku-buku jihad, simbol-simbol Islam bendera Tauhid, agar Densus 88 tidak lagi menangkap, menuding dan membunuh hanya kepada kalangan umat Islam saja.
“Seret juga para penanggung jawab 88untuk proses hukum, telah melakukan pelanggaran ham, sebagaimana diatur dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang ham dan menyeret personil densus telah melakukan penangkapan, pemukulan, penembakan, dan tindakan brutal terhadap umat Islam dan aktivis dakwah tauhid, seperti Siyono sebagai guru ngaji, imam masjid. Wajib ditindak tegas,” pungkasnya.