Setara: Ekspresi Kalap Fahri Hamzah Sebuah Kepanikan Tunjukkan Paling Berkuasa

Hukum154 Dilihat

Beritaasatu – Setara Institute menilai ekspresi kalap yang dipertontonkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah adalah sebuah kepanikan tidak terukur yang menunjukkan seolah-olah dirinya paling berkuasa. Sekalipun yang disoal aspek teknis, sikap akomodatif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada DPR, jika nanti memenuhi panggilan, hanya akan membuka ruang intervensi berkelanjutan.

“Saya kira ini ujian pertama integritas komisioner baru di hadapan DPR yang memilihnya,” kata Ketua Setara Institute Hendardi, Rabu (20/1/2016).

HendardiMaka itu, Hendardi menyarankan agar pimpinan lembaga antirasuah itu tidak perlu memenuhi panggilan DPR terkait penggeledahan karena tidak ada ketentuan UU yang dilanggar.

“Substansi dugaan korupsi harus diutamakan dibanding mempersoalkan teknis penggeledahan. Apalagi KPK juga telah bersopan santun dengan berkoordinasi pada biro hukum dan kesekjenan DPR,” tukas dia.

Diketahui, pimpinan DPR berencana memanggil pimpinan KPK dan Polri. Pemanggilan itu untuk menyikapi aksi adu mulut antara Fahri Hamzah dengan penyidik KPK saat penggeledahan ruang kerja anggota DPR, Jumat (14/1/2016).

“Yang jelas, mungkin minggu depan kami dari DPR sepakat rapat koordinasi dengan KPK dan Polri, agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi,” kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).