Harga Minyak Mentah Melonjak Setelah Raja Arab Saudi Wafat

Ekonomi803 Dilihat

Tidak sekali ini saja meninggalnya Raja Saudi berpengaruh pada harga minyak. Ketika Raja Fahd meninggal dunia pada 1 Agustus 2005, harga minyak mentah Brent sempat naik ke posisi tertingginya di USD 61 per barel.

raja arab

Pangeran Abdullah yang sudah menjadi pemimpin sementara ketika Raja Fahd menderita stroke pada tahun 1995 kemudian menjadi raja. Pejabat Arab Saudi memastikan tidak akan ada perubahan pada kebijakan perminyakan Arab Saudi. Negara kaya minyak itu memastikan pasar akan tetap tersuplai minyak dengan baik.

Victor Shum, analis perminyakan dari HIS mengatakan, spekulasi tentang siapa menteri perminyakan berikutnya akan menambah ketidakpastian di pasar. Namun, ia tidak memperkirakan adanya perubahan kebijakan secara keseluruhan.

“Keputusan Arab Saudi untuk terus memroduksi minyak tidak memperhatikan siapa yang menjadi raja,” jelas Shum.

Para pemimpin Saudi sepertinya tidak ingin mengulang kesalahan kebijakan di masa lalu. Pada tahun 1980-an, Arab Saudi memangkas produksi untuk mendongkrak harga seiring melemahnya permintaan dan meningkatnya suplai dari negara-negara non-OPEC. Namun, Arab Saudi malah kena dua kali pukulan dari rendahnya harga minyak dan berkurangnya produksi. Para pembuat kebijakan di Arab Saudi tampaknya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Komentar