Pengusaha SPBU Diminta Sabar Tunggu Kejelasan Ganti Rugi soal Harga Baru BBM

oleh -14.670 views

pom bensin manisJakarta, beritaasatu.com – Tampaknya para Pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) harus bersabar menunggu mengenai kejelasan tentang ganti rugi atas diberlakukannya harga baru pada bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 Januari 2015, yang lebih rendah dari harga beli. 

PT Pertamina (Persero) masih menantikan aturan dari pusat tentang ganti rugi yang mungkin diberikan kepada pengusaha SPBU.

Untuk itu, Pertamina Malang akan melakukan pengecekan terkait kosongnya stok pertamax dan pertamax plus di sejumlah SPBU di wilayah tersebut.

Asisten Manager External Marketing Operation Pertamina Region V, Heppy Wulansari, menyatakan penerapan harga baru premium sebesar Rp7.600 per liter, resmi diterapkan di Jawa Timur dan Malang mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, harga ini akan berubah-ubah mengikuti harga minyak dunia, lantaran tidak lagi mendapatkan subsidi tetap dari pemerintah.

“Sesuai kebijakan pemerintah, sudah berlaku per 1 Januari 2015. Karena tidak lagi disubsidi, akan mengalami perubahan harga secara periodik seperti BBM non subsidi,” kata Heppy, Kamis 1 Januari 2015.

Namun, dia mengaku, belum menerima petunjuk tentang pembayaran ganti rugi atas selisih harga yang ditanggung oleh pengusaha SPBU akibat penurunan harga sebesar Rp900 per liter untuk BBM jenis premium. Pertamina Malang belum berani mengambil sikap apa pun, meski SPBU sudah berubah harga sejak semalam.

Terkait hal tersebut, dia menyampaikan, masih dievaluasi di pusat karena kebijakan perubahan harga dan mekanisme penetapan harga ini baru diterima oleh pihaknya kemarin.

Begitu pun tentang fenomena kosongnya stok pertamax dan pertamax plus di sejumlah SPBU di Malang. “Kami akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah SPBU di Malang. Kekosongan stok pertamax dan pertamax plus tidak disebabkan kelangkaan stok,” terangnya.

Menurut dia, memang sebelumnya ada SPBU agak melawan untuk meminta penebusan, karena harga mau turun. “Tetapi, jika memang sampai kosong, tetap kami akan minta melakukan penebusan,” tambahnya.

Comment