PRA MAY DAY 2017 ALA KSPI

Ekonomi203 Dilihat

Jakarta – Ribuan massa tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan turun ke jalan di beberapa titik di Jakarta, Rabu besok (12/4).

Di Jakarta, aksi akan dilakukan di 4 titik. Dimulai dari Kementerian ESDM, kemudian massa akan bergerak ke Istana Negara, Mahkamah Agung, dan terakhir di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Departemen Infokom dan Media KSPI, Kahar S Cahyono menyebutkan bahwa pihaknya akan menargetkan jumlah massa buruh 10 ribu orang saat aksi besok nanti.

“Rabu besok ditargetkan 10 ribu,” ungkap Kahar saat dikonfirmasi, Selasa (11/4).

SIAPA PIMPINANNYA ?

Nantinya bang Saiq Iqbal hadir juga kah bang untuk pimpin aksi nanti.

“Iya benar bung,” kata Kahar.

“Bung Iqbal akan memimpin langsung aksi ini”.

Prabowo dihadapan BuruhPERSIAPAN PRA KONDISI JELANG MAY DAY BAGAIMANA ?

Jelang may day pra kondisinya sudah melakukan apa saja di beberapa daerah khususnya Jakarta.

“Persiapan kita dalam may day akan melakukan aksi pra may day dibeberapa wilayah Indonesia,” ucap Kahar.

KEMASANNYA BAGAIMANA UNTUK MAY DAY NANTI ?

“Masih dirapatkan, bang,” jelasnya.

APAKAH AKAN SAMA SEPERTI AGENDA TAHUN SEBELUMNYA YAKNI DIGELAR DI GBK ?

“Sepertinya tidak ke GBK. Tahun ini KSPI murni aksi,” sebutnya.

TARGET UNTUK MAY DAY DI JAKARTA SUDAH RANGKUL 2 KONFEDERASI BURUH BESAR LAINNYA KAH SEPERTI KSPSI DAN KSBSI ?

“Untuk hal itu, masih dalam tahap diskusi bang,” ucapnya.

ESTIMASI MASSA DI MAY DAY JUGA MASIH TAHAP KONSOLIDASI YA ?

“Benar,” tukasnya.

PRESIDEN KSPI SAID IQBAL BEBERKAN 4 ISU

Ternyata aksi nanti tidak hanya di Jakarta, aksi juga serentak akan dilakukan di berbagai Provinsi, seperti Aceh, Kepuluan Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dsb.

Dalam aksi ini, ada 4 tuntutan yang diusung kaum buruh.

Pertama, mendesak pemerintah agar segera mencabut PP 78/2015. Buruh menolak upah murah. Dalam hal ini, Presiden KSPI Said Iqbal mengkritik kenaikan upah minimum yang hanya seharga satu kebab, padahal perekonomian nasional masih terus tumbuh dan harga harga kebutuhan pokok terus melonjak naik yang menyebabkan daya beli buruh dan masyarakat menengah kebawah menurun.

“Presiden Jokowi, jangan miskinkan kaum buruh dengan PP 78/2015,” tegas Said Iqbal.

Dalam kesempatan ini, buruh juga mendesak Mahkamah Agung untuk mengabulkan judicial review yang diajukan kaum buruh terhadap PP 78/2015, khususnya pasal 44 dan 49.

Kedua, buruh menolak revisi Undang-Undang 13/2003 dan sistem pemagangan. “Kita menduga ada niat jahat dalam rencana revisi terhadap UU 13/2003, untuk melempangkan jalan “pasar kerja flexibel”, yaknu mudah merekrut dengan upah murah, mudah memecat atau memPHK dan dengan pesangon murah,” kata Iqbal.

Ketiga, dalam aksi ini kita juga akan bersolidaritas untuk buruh di PT. Smelting, Gresik, yang di PHK secara sepihak oleh manajemen.

Terakhir, masih dalam rangkaian aksi yang sama, buruh KSPI juga akan mendatangi kantor KPK. Mendesak agar dalang kasus korupsi E-KTP segera diadili. Hal ini merupakan bentuk kepedulian kaum buruh terhadap permasalahan yang membelit bangsa, yakni korupsi.

“Sebab bagaimanapun, korupsi adalah musuh kita semua. Karena korupsi, uang negara hanya mengalir ke kantong segelintir orang. Kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sulit diwujudkan. Karenanya buruh akan mengambil bagian dalam perang melawan korupsi,” pungkas Said Iqbal.

Titik kumpul di Kementerian ESDM sekira pukul 10.00 wib.