Pemberantasan Pencurian Ikan Menteri Susi Diapresiasi, Tapi Pelaku Usaha & Karyawan Nganggur

Ekonomi213 Dilihat

Beritaasatu – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyayangkan banyaknya pelaku usaha perikanan dan karyawan yang menganggur, utamanya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) akibat kebijakan Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti yang belum diikuti oleh industrilisasi perikanan yang intensif.

menteri susiKendati demikian, Wakil Ketua Umum dan Kordinator Kadin KTI Andi Rukman Karumpa masih mengapresiasi kebijakan Menteri Susi yang dinilai sudah bagus terutama dalam sektor hulu industri perikanan di Indonesia.

“Tapi di hilirnya misalnya di olahannya kita belum lihat ada geliat yang cukup berarti,” ungkap Andi, Rabu (20/4/2016).

Lebih lanjut, Andi mendukung upaya Menteri Susi yang memberantas pencurian ikan dengan mencabut izin bongkar-muat ikan di tengah laut (“transshipment”), melarang penggunaan alat tangkap merusak, dan menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dengan memilah dan memilih komoditas ikan yang boleh diperdagangkan.

“Beliau mendekonstruksi sistem di industri perikanan sebelumnya yang merugikan negara dan nelayan namun menguntungkan pencuri ikan,” terang dia.

Alhasil, sambung Andi, upaya Menteri Susi itu terbilang sukses dan menjadikan Indonesia sebagai pemilik ikan terbanyak di dunia. Pencurian makin berkurang, produksi melambat, dampaknya deposit ikan menjadi terbesar sedunia.

“Jadi, saat ini laut kita ikannya melimpah ruah gara-gara kebijakan Ibu Susi. Tapi kita mau apakan ikan yang banyak ini, sementara di darat banyak yang menganggur,” pungkasnya.

Komentar