Pemuda Jakarta Desak Gubernur DKI Batalkan Penyelenggaraan DWP

oleh -13.196 views

Jakarta – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nasionalis menggelar aksi unjuk rasa penolakan penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) di Balai Kota DKI Jakarta.

Dengan menggunakan mobil komando dan membentangkan spanduk bertuliskan Tolak DWP, mereka mendesak agar Gubernur DKI Anies Baswedan membatalkan izin penyelenggaraan event dugem yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 sampai 15 Desember di Jakarta itu.

“Kami mendesak kepada Bapak Gubernur Anies Baswedan agar segera membatalkan izin penyelenggaraan DWP karena diduga bertentangan dengan Pergub No.18 Tahun 2018 tentang Pariwisata dan bertentangan dengan norma-norma agama serta nilai- nilai kebudayaan yang hidup di masyarakat,” kata koordinator aksi, Carlos dalam orasinya, Kamis (5/12/2019).

Sementara itu ia juga mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta agar tidak berkompromi dengan pihak manapun dan segera membatalkan izin penyelenggaraan DWP di Jakarta.

“Kami minta Bapak Gubernur jangan berkompromi dengan siapapun, segera batalkan izin penyelenggaran DWP, karena kami pemuda se-Jakarta sudah resah dengan adanya event tersebut,” ujarnya.

Setelah hampir satu jam massa menyampaikan aspirasinya di Balai Kota, massa kemudian bergerak menuju Kantor Ismaya Group di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan.

Di depan kantor Ismaya group, massa bergantian menggelar orasi tetap dengan tuntutan yang sama yakni meminta Ismaya Group selaku Promotor event DWP untuk membatalkan penyelenggaraan DWP yang berpotensi menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jakarta.

“Kami minta Ismaya Group selaku promotor event DWP agar mendengar aspirasi kami dan segera membatalkan penyelenggaraan DWP. Karena kami tidak ingin citra bangsa kita sebagai bangsa yang berbudaya dan menjunjung tinggi norma-norma dalam bermasyarakat menjadi pudar dan berpotensi tercoreng,” ungkap Carlos.

Setelah satu jam lebih berorasi di depan Kantor Ismaya Group, massa dengan tertib membubarkan diri, sembari menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan mereka tidak diindahkan. []

Comment