Soal Kampung Bayam Seolah Jadi Komoditas Politik Anies, Pengamat : Tak Pantas, Itu Kan Polemik Warisan Dia

oleh
oleh

Jakarta – Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyebut langkah mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kini sebagai Capres nomor urut 1 Anies Baswedan tak pantas memanfaatkan polemik belum tuntasnya polemik Kampung Susun Bayam.

Padahal, pembangunan Kampung Susun Bayam sebagai bagian dari pembangunan JIS di era Gubernur Anies Baswedan.

“Tidak pantas kalau Anies Baswedan memanfaatkan polemik belum tuntasnya hunian bagi eks warga Kampung Bayam untuk kepentingan politik,” tegas Fernando Emas, hari ini.

Apalagi, kata dia, persolan warga Kampung Bayam merupakan persoalan yang diwariskan pada saat ia memimpin yang lebih mementingkan pembangun JIS.

“Masalah kampung Bayam adalah warisan Anies. Disini kenapa Anies tidak langsung menuntaskan persoalan penempatan warga yang terdampak akibat penggusuran proyek tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, seharusnya mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu yang seharusnya berterima kasih pada Pemprov DKI Jakarta yang akan merealisasikan pembangunan tempat tinggal bagi warga eks Kampung Bayam.

“Bukan malah terlalu banyak komentar untuk kepentingan politik. Sehingga seolah hanya Anies Baswedan yang peduli terhadap warga eks Kampung Bayam yang tergusur akibat pembangunan proyek JIS,” tambahnya.

“Sehingga polemik tentang warga Kampung Bayam merupakan warisan dari Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta,” terang Fernando.

Diketahui, Pejabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memutuskan akan membangun rumah susun dikawasan Tanjung Priok untuk menampung warga eks Kampung Bayam yang direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2025.

Merealisasikan untuk menyediakan hunian bagi eks warga Kampung Bayam merupakan kesepakatan antara warga dengan Jakpro selaku pengawal proyek Jakarta International Stadium (JIS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.