Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, mengimbau seluruh elemen buruh dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan pihak-pihak yang berupaya memicu tindakan anarkis dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Fernando menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif menjadi kunci agar aksi yang digelar tetap berjalan aman, tertib, dan damai. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas.
“Seluruh elemen buruh dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan pihak yang ingin memicu tindakan anarkis. Langkah ini penting agar penyampaian aspirasi tetap berjalan aman, damai, dan tidak merugikan kepentingan umum,” ujar Fernando dalam keterangannya.
Ia juga menekankan pentingnya peran koordinator lapangan dalam menjaga kondusivitas aksi. Koordinator, kata dia, harus mampu memastikan seluruh peserta tetap berada dalam koridor damai serta sigap merespons setiap indikasi provokasi.
“Peran koordinator aksi sangat krusial. Seluruh peserta diharapkan saling mengawasi dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan indikasi provokasi atau tindakan yang mengarah pada kerusuhan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fernando mengingatkan bahwa aparat penegak hukum tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak mana pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau tindakan anarkis. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga ketertiban umum serta melindungi masyarakat dari dampak negatif aksi yang tidak terkendali.
Ia berharap peringatan May Day tahun ini dapat menjadi momentum yang bermartabat, di mana aspirasi buruh dapat tersampaikan secara konstruktif tanpa diwarnai tindakan kekerasan.
“May Day harus menjadi ruang penyampaian aspirasi yang beradab, bukan ajang kerusuhan. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menjaga suasana tetap kondusif dan bermartabat,” pungkasnya.
