Beritaasatu – Belasan aktifis yang menamakan diri Angkatan Muda Malenesia (AMM) melakukan aksi unjuk rasa menolak intervensi Amerika dan China dalam peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung, 19 – 24 Maret mendatang.
Korlap aksi, Rahmat Mony dalam aksi di Istana Negara mengatakan, dalam penyelenggaraan KAA tahun ini, terasa sekali intervensi Amerika. Padahal ajang internasional KAA memiliki semangatr untuk melawan imperialism dan kapitalisme global yang menghisap bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
“Salah satu penggagas KAA adalah Ir Soekarno, presiden pertama Indonesia, sudah jelas sekali sikap anti imperialism dan neokolonialisme. Tetapi dibawah kepemimpinan Jokowi-JK saat ini, Indonesia dibawa kedalam pusaran kepentingan kapitalisme global,” ujarnya, Kamis (16/4/2015).
Dia menuding kepentingan Amerika itu masuk lewat China. Alasan ini diperkuat dengan beberapa penandatanganan MOU di bidang perokonomian oleh pemerintahan Indonesia dan China. 
“Berangkat dari hal atas disimpulkan bahwa presiden Jokowi adalah boneka Amerika dan China,” cetusnya.
Untuk itu, Angkatan Muda Melenesia menuntut agar panglima TNI segera mengambil alih kepemimpinan RI 1 yang terinidikasi menjadi alat kepentingan asing.







Komentar