Transparansi Pertanggungjawaban Formula E dari Pemda DKI Tak Dibuka, SDR : Hidup Segan Mati Tak Mau Nasional|Rabu, 3 Agustus 2022oleh Iqbal JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyebutkan bahwa
Ironi Kasus Formula E, Antusiasme Publik Tinggi Tapi KPK Makin Melempem Nasional|Selasa, 2 Agustus 2022oleh Iqbal JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menyakini bahwa
Aksi Sambil Tiduran, Massa : Terlena dengan “Ninabobok” KPK Soal Penuntasan Skandal Formula E Nasional|Jumat, 29 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Kelompok massa tergabung dalam Satu Padu (Sapu) Lawan Koruptor Formula
Berbekal Optimisme, Menghitung Hari Menanti KPK Tuntaskan Kasus Formula E Berita Utama|Kamis, 28 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Studi Demokrasi Rakyat (SDR) memastikan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Siap-siap, KPK Bakal Geber Lagi Skandal Formula E Berita Utama|Rabu, 27 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengatakan bahwa dalam beberapa hari
Pengamat Soal Formula E : Kita Lihat Langkah Tegas dari KPK Berita Utama|Kamis, 21 Juli 2022oleh Iqbal Jakarta – Pengamat politik Juliant Palar turut menyoroti dugaan korupsi Formula E
Menanti KPK Ada Nyali Bongkar Skandal Formula E, Pengamat : Jika Terungkap, Bakal Bikin Heboh Publik Berita Utama|Selasa, 19 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP) Jakarta, Andre Vincent
Aksi Jumat Keramat Formula E, Satgas Pemburu Koruptor : Kapan Bank DKI Diperiksa KPK? Jangan Loyo Dong! Nasional|Jumat, 15 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Aksi Jumat Keramat usut kasus dugaan korupsi Formula E kembali
Ini Alasan SDR Prediksi Kasus Formula E Bakal Dituntaskan Saat Anies Lengser Nasional|Kamis, 14 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menilai banyak
Indikasi Ketidaksesuaian Jadi Alasan Kenapa Feasibility Study Formula E Tidak Dibuka untuk Publik Berita Utama|Rabu, 13 Juli 2022oleh Iqbal JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMas mempertanyakan alasan dengan penyelenggaraan