Ketum GPMI : Lebih Baik Tinggalkan Anies Baswedan daripada Meninggalkan Maghrib Mengaji Berita Utama|17 November 2024oleh Iqbal Jakarta – Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), H. Syarief Hidayatullah,
Antarkan Anies Baswedan Melaju ke Pilkada Jakarta, GPMI Siapkan Deklarasi Dukungan Berita Utama|28 Juli 2024oleh Iqbal JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB GPMI)
Pengamat : Kritikan & Penggiringan Opini Sholihin MS karena Sakit Hati HTI Dibubarkan Berita Utama|17 Februari 2024oleh Iqbal Bandung – Aktivis dan pengamat politik Andri Iswari menyampaikan bahwa narasi kritikan
Rampai Nusantara Laporkan Anies ke Bawaslu Juga Ungkap Rencana Adukan JK ke Mabes Polri Berita Utama|13 Februari 2024oleh Iqbal Jakarta – Dewan Eksekutif Nasional Rampai Nusantara melaporkan calon presiden nomor urut
Soal Kampung Bayam Seolah Jadi Komoditas Politik Anies, Pengamat : Tak Pantas, Itu Kan Polemik Warisan Dia Berita Utama|26 Januari 2024oleh Iqbal Jakarta – Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyebut langkah mantan
Calon Senator Syarief Hidayatullah : Yuk Relawan Kerja Keras Menangkan AMIN, Mulai Sosialisasi dari Keluarga Berita Utama|22 Oktober 2023oleh Iqbal Jakarta – Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) H. Syarief Hidayatulloh
Pengamat Prediksi Nasib Anies, Diskusi Titik Temu : Bisa Gagal Nyapres Berita Utama|7 Oktober 2023oleh Iqbal Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, DR. Emrus Sihombing berpendapat,
Pengamat Dukung KPK Tetapkan Tersangka Utama Korupsi Formula E, Anies Baswedan? Nasional|31 Mei 2023oleh Iqbal JAKARTA – Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas meminta
Minta Tuntas Sebelum Pilpres, LSAK : Jangan Sampai KPK Diamkan Kasus Formula E Tanpa Kejelasan Nasional|30 Mei 2023oleh Iqbal JAKARTA – Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), Ahmad Aron Hariri atau
SDR : Jangan Gantung Kasus Formula E Terus-menerus, KPK Harus Berani Ambil Keputusan! Berita Utama|25 Mei 2023oleh Iqbal JAKARTA – Pengamat Politik sekaligus Direktur Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto menilai