oleh

Marak Aksi Serang Jokowi, Kritis Boleh Asal Jangan Sebar Hoax !

-Politik-373 views

Jakarta – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Jayabaya Fahri Salim menanggapi berbagai aksi mahasiswa yang kini marak terjadi di beberapa daerah, yang dituding ditunggangi oleh kepentingan politik yang berkontestasi dalam Pemilu 2019.

“Aksinya sudah tidak murni lagi, aksi-aksi partisan yang mengarah pada kekacauan politik,” ungkap Fahri, hari ini.

Lebih lanjut, Fahri meminta agar para mahasiswa tidak menjadi penyebar hoax seperti aksi-aksi mahasiswa yang cenderung menyerang kredibilitas presiden Jokowi selaku petahana tanpa diperkuat demgan data.

“Mahasiswa itu memang tetap harus kritik tapi ya tidak menjadi penyebar hoax, harus diperkuat dengan data. Kita masih bisa makan, terus sekolah. Ya kalau aksi tuntutannya harus disertai data kuat lah,” bebernya.

“Rupiah anjlok situasinya itu sangat berbeda sekali dengan 98. Ada faktor eksternal yaitu krisis global di Turki dan Argentina dan pemicunya perang dagang Amerika dan Tiongkok,” sebutnya.

Dia melanjutkan agar mahasiswa bisa berperan sebagai kontrol terhadap pemerintah namun jangan menggunakan bahasa politisi.

Maka itu, sebagai mahasiswa jangan tumpul/ mati pada ranah-ranah kajian. Menjadi sebuah persoalan yang mendalam bahwa gerakan mahasiswa nyaris mati jika hanya memiliki semangat, akan tetapi tidak ada basis kajian yang cukup mumpuni.

“Marilah kembali di kampus, hidupkan forum farum ilmiah dan kajian sehingga menambah khasanah keilmuan dalam membangun opini positif dalam mendorong kebijakan pemerintah. Jadi matang datanya tidak sebar hoax lagi,” jelasnya.

Menurutnya, berawal dari diskusi dan forum ilmiah itulah kemudian ideologi semakin berkembang, gerakan mahasiswa pada rel idealismenya.

“Aksi-aksi ini adalah by design. Meski seolah menggambarkan suasana aktual saat ini, tapi dipaksakan ketika mengkritisi persoalan yang terjadi, kemudian lompat pada tuntutan turunkan Presiden. Dalam situasi tahun politik menjelang pilpres, aksi-aksi ini dapat dibaca sebagai aksi pesanan pihak yang ingin menciderai kredibilitas Presiden sebagai petahana. Aksi ini sangat partisan,” pungkasnya.

Komentar

News Feed