Jakarta – Barisan Umat Islam Kaffa (Buikaff) ikut angkat suara didalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Hal itu dilakukannya saat Presiden Buikaff Syarief Hidayatullah melakukan silaturahmi bersama majelis suro Buikaff di kediamannya, Minggu (10/7/2016). Syarief mengajak masyarakat Jakarta untuk bersama-sama mengawal pesta demokrasi di DKI ini agar tetap berjalan aman dan damai.
Syarief mengaku bahwa para petinggi Buikaff mempunyai harapan agar DKI 1 tentunya dari unsur mayoritas umat beragama, sementara DKI 2, kata dia, bisa saja agama yang diakui pemerintah atau suku dari manapun.
“Kami berharap tali persaudaraan antar umat beragama tetap terjalin erat dan tidak bergejolak. Pilkada berjalan damai lancar dan tanpa ada konflik,” ungkap Syarief, Senin (11/7/2016).

“Kami juga menghimbau agar kader Buikaff tidak terpancing dengan propaganda yang di lakukan pihak manapun karena hal itu akan membuat nama calon tersebut seolah-olah terzolimi sehingga di kuatirkan akan menang. Hal itu memang yang di inginkan oleh calon yang membuat propaganda,” cetus Syarief.
Terkait sosok kandidat calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI pilihan Buikaff, Syarief menegaskan yang terpenting figur tersebut adalah orang kita. Pasalnya, selain nama calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat ini muncul beberapa nama yang telah beredar calon lawannya diantaranya Budi Waseso, Sandiaga Uno, Saiful Djarot, Boy B Sadikin, Ahmad Dani, H. Lulung, Risma, dan Beny Makalo.
“Semua calon yang maju semua bagus. Tentu ada juga sisi kurang nya. Kita juga harus pelajari terlebih dahulu sebelum menentukan calon itu dari independen maupun dari parpol manapun. Pokoknya, yang terpenting adalah Orang Kita,” jelas Syarief.
Lebih lanjut, Syarief mengingatkan agar menjadi elok pasangan Gubernur dan Wagub itu ada Islam dan Non muslim. Agar hal itu menjadi terwakili oleh pemimpin. Dan ia mempunyai persyaratan tersendiri yakni Berketuhanan dan Pancasilais.
“Hidup bermasyarakat pun jadi damai. Siap mengayomi semua umat beragama, mensejahterakan rakyat miskin. Dan lebih mengedepankan musyawarah dan mufakat, tegas, anti korupsi serta dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat Jakarta maupun Indonesia. Sebab Jakarta sebagai barometer politik Indonesia. Inilah poin yang harus di miliki calon Gubernur kedepan,” tandasnya.







Komentar